DENPASAR, BALI EXPRESS - Kebakaran tumpukan sampah di TPA Suwung, Denpasar Selatan, terpantau masih terjadi pada Jumat (13/10). Petugas pemadam kebakaran pun terus berjibaku menjinakkan si jago merah.
Api menyala sejak Kamis (12/10) pagi, dan terus berkobar sepanjang malam hingga kini.
Pantauan Bali Express Jawa Pos Grup di lokasi, asap dari kebakaran hebat tersebut sangat pekat dan menyelimuti wilayah sekitar, hingga ke jalan raya.
Pemadam Kebakaran (PMK) BPBD Kota Denpasar telah mengerahkan tujuh unit branwir.
"Polresta Denpasar sudah turun melalui Kapolsek Densel dan menurunkan AWS untuk bersinergi dengan PMK, BPBD untuk melakukan penyemprotan," ujarnya.
Mengingat pekatnya asap dan luasnya area kebakaran, perwira melati satu di pundak itu mengimbau kepada masyarakat yang tidak punya kepentingan agar tidak memasuki area TPA Suwung. Karena berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan.
"Asap pekat dan arah angin perlu diwaspadai. Karena itu masyarakat disarankan untuk memakai masker. Termasuk warga yang melintas di jalan raya yang sekitarnya agar pakai masker," ucapnya. Pihaknya juga sedang menyiapkan personil untuk melakukan pengamanan.
"Dari semalam kami pantau terus, petugas siaga 24 jam standby di Pelabuhan KN SAR Arjuna 229. Kebetulan lokasinya cukup dekat dan bisa terlihat," terangnya.
Pantauan pihaknya sejak malam, asap tebal menyelimuti sekitaran TPA sampai Jalan Bypass Ngurah Rai ke arah tenggara.
Data dari BMKG tercatat, kecepatan angin 30 km/jam dan arah angin dari tenggara.
Ia menyebutkan, Kalaksa BPBD Provinsi Bali sudah mengkondisikan pergerakan heli water bombing untuk pemadaman melalui udara.
Rencananya Heli BNPB juga akan bergeser pada pukul 14.30 Wita dari Solo.
"Kami semua dari BPBD, TNI/POLRI beserta potensi lainnya terus saling bersinergi hingga permasalahan ini dapat teratasi," pungkasnya.
Editor : Nyoman Suarna