GIANYAR, BALI EXPRESS - Tembok tempat konservasi penyu Saba Asri di Pantai Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh roboh diterjang ombak, Kamis (9/11).
Ketua Kelompok Konservasi Penyu Bali Saba Asri, I Made Kikik, menyampaikan, tembok setebal sekitar 10 meter ini rusak akibat diterjang ombak sejak Minggu, (5/11) malam.
Menurut Made Kikik, sebelumnya pada pertengahan Oktober 2023, ombak juga telah menerjang tembok tersebut, hingga menyebabkan retakan.
Akibat dihantam ombak secara terus-menerus membuat tembok roboh hingga tergerus ke tengah laut.
Untungnya, bangunan yang digunakan untuk penangkaran telur penyu dan tukik masih kokoh.
Lebih lanjut Made Kikik memaparkan, dibangunnya tempat konservasi penyu ini berawal dari rasa prihatinnya terhadap telur penyu di Pantai Saba yang sering dimakan anjing.
Untuk menyelamatkan telur penyu tersebut, dia sempat membawanya ke tempat penangkaran penyu di Serangan.
Di tempat tersebut Made Kikik mempelajari cara menetaskan telur penyu.
Pada tahun 2007, dia mencoba menetaskan telur penyu di rumahnya di Banjar/Desa Saba.
Kepedulian Made Kikik terhadap penyu menarik perhatian masyarakat Saba dan Bupati Gianyar.
Akhirnya pada tahun 2010, bersama sejumlah orang yang peduli terhadap penyu, mereka memanfaatkan tanah negara yang terletak di Pantai Saba untuk menetaskan telur-telur penyu hingga saat ini.
Berkat bantuan Bupati Gianyar kala itu, tempat penetasan telur penyu yang dikelola Kelompok Konservasi Penyu Bali Saba Asri di Banjar/Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar tersebut terwujud.
Namun belum ada tembok penyengker sehingga banyak telur penyu dimakan anjing atau tergerus ombak.
Kemudian atas bantuan Bali Zoo, tembok penyengker tersebut berhasil diwujudkan sehingga aman dari gangguan anjing liar dan ombak.
Namun sayang, kini tembok tersebut luluh lantak diterjang ombak. Made Kikik berharap pemerintah membangun kembali tembok tersebut.