DENPASAR, BALI EXPRESS - Speeding tengah menjadi tren kelompok anak muda yang suka mengendarai motor. Hal tersebut diduga juga ada di jalanan Bali belakangan ini. Ironisnya, aksi itu disebut-sebut banyak memakan korban.
Sesuai dengan namanya, tren tersebut merupakan ajang kebut-kebutan di jalan raya yang tentunya dapat membahayakan diri para pelaku speeding maupun orang lain. Bahkan tengah viral di media sosial, sebanyak tujuh orang disebut meninggal karenanya.
Jumlah korban ini disebutkan melalui pesan di grup-grup WhatsApp disertai dengan lokasi kecelakaan speeding. "Jimbaran dua orang meninggal, Sunset (Sunset Road) dua, Sanur, Suung satu, Kelan satu," tertulis dalam pesan itu.
Sampai-sampai ada tagar "Bali Berduka" yang berseliweran di jagat maya, mulai dari Tiktok, Instagram, hingga WhatsApp pada Sabtu (11/11). Tagar tersebut disertai dengan berbagai tayangan video kelompok pemuda yang mengalami kecelakaan saat sedang kebut-kebutan.
Ada juga foto-foto korban yang tergeletak bersimbah darah di jalan dan yang dievakuasi oleh petugas. Jika dilihat dari latar tempat kejadian, tampak ornamen pada lampu penerangan jalan memang merupakan ciri khas jalanan di Bali.
Namun, kebenaran dari informasi tersebut belum dapat dipastikan. Bali Express Jawa Pos Grup mengkonfirmasi Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas mengenai masalah ini.
Orang nomor satu di Polresta Denpasar itu juga belum bisa memastikannya dan mengaku sedang melakukan pengecekan. "Kami sedang mengecek kebenaran dari informasi tersebut," tandas mantan Kapolres Sukoharjo tersebut. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana