Bhakti artinya hormat, sujud yaitu merupakan perwujudan hati nurani berupa cinta dan sujud bhakti kepada Ida Sang Sang Hyang Widhi Wasa, orang tua, guru dan pemerintah.
Baca Juga: Ajaran Hindu Bali; Ini Makna Asih Dalam Implementasi Ajaran Tri Parartha
Penyuluh Agama Hindu, Ni Luh Cesi, menjelaskan dalam agama hindu disebutkan salah satu jalan untuk berhubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa adalah dengan jalan bhakti marga yaitu dengan jalan sujud bhakti kepadaNya.
“Sang Hyang Widhi adalah segalanya bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Semua makhluk dapat menikmati kehidupan karena kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi. Sang Hyang Widhi menyediakan apa yang menjadi kebutuhan manusia sehingga manusia dapat hidup nyaman,” jelasnya.
Menyadari hal itu kita harus sujud bhakti KepadaNya sebagai ungkapan terimaksih atas karunianya dan mohon agar selalu diberi keselamatan.
Disamping itu bhakti juga ditujukan kepada orang tua karena atas jasanya dalam melahirkan, merawat, membesarkan, mendidik dan mengupacakan. Juga kepada guru yang memberikan pengetahuan, dengan berbhakti kepada pemerintah untuk mewujudkan ketertiban berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Ritual Hindu Bali; Ini Makna Caru Panca Sata
Implementasi perbuatan bhakti dalam kehidupan bermasyarakat dalam kehidupan sehari – hari dapat kita lakukan dengan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Melakukan Tri Sandhya, sembahyang pada hari – hari suci seperti saat Purnama, Tilem, Pagerwesi, Galungan, Kuningan, Saraswati, Siwalatri, Nyepi dan lain sebagainya. Melakukan Tirtha Yatra dan Mengamalkan ajaran agama.
“Selain itu dapat juga bhakti kepada Orang Tua, patuh pada nasehat orang tua, meringankan pekerjaannya, menjamin kehidupannya di hari tua. Bhakti kepada Guru, belajar dengan tekun,” imbuhnya.
Hormat kepada guru, taat pada tata tertib di sekolah. Bhakti kepada Pemerintah, menghormati pemerintah. Mentaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Mendukung program pembangunan yang dicanangkan pemerintah. (ade)