Ketua Penelitian Dewa Rat Dwiyana Putra, menjelaskan pendataan tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan kajian identifikasi dan pemetaan pura yang ada di Kabupaten Tabanan. Lantaran BRIDA dan Kampus UHN Bagus Sugriwa tidak memiliki tenaga lapangan, sehingga melibatkan Penyuluh Agama Hindu di Kabupaten Tabanan.
“Pendataan ini sebagai langkah penyusunan kajian identifikasi dan pemetaan pura yang ada di Kabupaten Tabanan. Baik itu jumlah Pura Dang Kahyangan maupun Kahyangan Jagat yang ada,” jelasnya pekan lalu.
Dewa Rat yang merupakan dosen di UHN Bagus Sugriwa ini menyebutkan tugas penyuluh melakukan survey identifikasi pura dari jajar pelinggih dan struktur mandala pura yang ada. Termasuk di dalamnya mengidentifikasi pujawali pura tersebut.
“Selain membuat denah pura, juga harus dimbangi dengan sejarah singkat pura yang didata. Termasuk keterkaitan pura yang didata dengan pura yang lainnya. Sebagai contoh yaitu Pura Tamba Waras berkaitan dengan Pura Beji Kangin, Pura Beji Kauh, maupun pura yang lainnya,” imbuh Dewa Rat.
Baca Juga: Dispen AU Sebut Penyebab Kecelakaan Pesawat Tucano Jatuh: Cuaca Buruk, Kondisi Pesawat Bagus
Meski pendataan pura tersebut hasilnya untuk penelitian, namun waktu yang diberikan hanya sebatas satu minggu. “Diharapkan dalam pendataan ini selesai dalam waktu satu minggu dari seluruh kecamatan yang ada,” pungkas Dewa Rat. (ade)
Editor : Wiwin Meliana