SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023 merupakan mini festival yang dilaksanakan dalam bentuk workshop atau pelatihan. Kegiatan akan dilakukan selama sepekan penuh dari 17 November hingga 29 November 2023.
Komunitas Mahima sebagai penyelenggara didukung oleh Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, RI.
Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023 menyasar mahasiswa dan pelajar. Sebab pelatihan atau workshop yang diselenggarakan berbasis pada sastra. Baik sastra modern maupun sastra lama. Workshop tersebut difokuskan pada metode alih wahana, sehingga hasil dari workshop tersebut akan dipentaskan pada hari terakhir.
“Jadi mereka akan membuat karya kecil dari workshop yang mereka ikuti. Hari terakhir mereka akan pentas, seperti misalnya alih wahana sastra ke teater serta alih wahana sastra ke musikalisasi puisi. Begitu juga dengan alih wahana sastra ke media film. Masing-masing kelompok peserta itu akan dipilih satu terbaik,” terang Founder Komunitas Mahima, Kadek Sonia Piscayanti, Jumat (16/11).
Sonia berharap dari mini festival yang terselenggara itu dapat menghasilkan kreator di bidang sastra, pertunjukan alih wahana. Artinya, dapat memunculkan karya-karya seni di bidang-bidang tersebut. Disamping itu dari workshop yang nantinya dilakukan dapat menjaring aktor-aktor baru di dunia seni.
“Itu output yang kami harapkan. Sementara, outcomenya mendapat tenaga yang lebih kreatif dan berbakat di bidang sastra,” terang Sonia.
Disamping itu, karya-karya yang lahir dari mini festival tersebut dapat menjadi bagian dari Singaraja Literary Festival 2024. Tentunya akan melalui tahap seleksi dan kurasi, sehingga karya yang ditampilkan benar-benar layak dan memiliki value.
“SLF itu panggung besarnya nanti. Jika layak, kami akan bina lagi dan jika memungkinkan mereka dapat kami agendakan pada SLF tahun depan,” tutupnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana