SINGARAJA, BALI EXPRESS- Kesedihan orang tua almarhum Kadek Roi Astika,20, pemuda Buleleng, Bali yang meninggal di Amerika Serikat, tidak terbendung.
Saat mobil yang membawa peti mati almarhum Roi tiba di rumahnya di Buleleng Jumat, 24 November 2023 siang, sang ibu Ni Wayan Sudarsini histeris. Begitu pula sang ayah I Putu Resita tidak bisa menahan air matanya.
Puluhan anggota keluarga, sahabat dan kerabat bersama-sama memindahkan peti mati Roi dari mobil jenazah ke rumah duka di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Sudarsini pun semakin histeris ketika melihat putranya tergolek dalam peti. Beberapa anggota keluarga juga terlihat menyeka air mata. “Kadek…..kadek…..” teriak sang ibu, Wayan Sudarsini saat itu.
Kedatangan jenazah Roi di rumah sangat menyesakkan keluarga. Roi yang berangkat dengan kondisi sehat, pulang terbujur kaku.
Para anggota keluarga juga terlihat saling menenangkan. Ada pula yang berpaling lantaran tak kuasa melihat jenazah Roi.
Jenazah Roi tiba di rumah duka setelah melalui tahapan panjang. Ia meninggal di Amerika pada 5 November 2023 lalu.
Rekan kerjanya menemukan Roi meninggal dunia di kamar hotel tempatnya bekerja.
Ia baru 3 hari bekerja sebagai cook di salah satu hotel kawasan Nashville, Amerika. Saat diketahui meninggal, jenazahnya langsung dibawa ke rumah sakit di Amerika untuk dilakuan otopsi.
Prosesnya juga berhari-hari. Sembari menunggu hasil otopsi keluar, Edi Suartana yang juga merupakan keluarga Roi di Amerika mengurus dokumen pemulangan jenazah Roi ke Indonesia.
Setelah semuanya rampung, pada 21 November 2023 lalu, jenazah Roi diberangkatkan dari Nashville menuju bandara New York. Dari New York, penerbangan menggunakan Delta Airline.
Pukul 23.00 waktu setempat, jenazah Roi transit di Dubai. Setelah beberapa lama, penerbangan dilanjutkan dari Dubai menuju Bandara Ngurah Rai, Bali dengan maskapai EK389.
Kemudian dari Bandara Ngurah Rai Bali, jenazah diberangkatkan ke Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
“Sekitar pukul 13.00 wita sudah sampai di sini,” singkat Perbekel Desa Pemuteran, Nyoman Arnawa.
Arnawa yang juga paman dari almarhum Roi menyatakan, belum menerima hasil otopsi, sehingga belum bisa dipastikan penyebab kepergian dari almarhum.
Kondisi terakhir yang ia ketahui sebelum meninggal almarhum sempat bercerita bahwa dia sedang flu dan pilek.
“Hasil otopsi masih belum keluar. Saya dengar informasinya butuh waktu sekitar 6 minggu setelah kematiannya almarhum. Tapi kami selaku pihak keluarga bersyukur jenazah Roi sudah tiba di Indonesia,” terangnya.
Rencananya Roi akan diupacarai pada 1 Desember 2023. Upacara pengabenan dilakukan hingga tuntas sampai ngelanus. (*)
Editor : I Made Mertawan