TABANAN, BALI EXPRESS- Memasuki musim hujan, nelayan di Kabupaten Tabanan, Bali mulai panen lobster. Khususnya untuk nelayan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Tabanan, seperti Pantai Pasut, Pantai Yeh Gangga dan lainnya.
Ketika musim hujan, populasi lobster cenderung meningkat. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tabanan, Ketut Arsana Yasa, menjelaskan ketika musim hujan, kondisi perairan di pesisir Selatan Kabupaten Tabanan Bali tidak mengalami perubahan suhu yang signifikan seperti kondisi di perairan lainnya.
"Karena kondisi perairan tetap hangat, maka perairan di kawasan ini masih tetap menjadi habitat ikan dan lobster. Meskipun lobster adalah komoditi yang ada sepanjang tahun, tapi ketika musim hujan populasinya cenderung meningkat," jelas Arsana, Jumat 24 November 2023.
Selain itu, Arsana menyebutkan kondisi laut di kawasan pesisir selatan Kabupaten Tabanan pada musim hujan ini, tetap aman.
Diperkirakan laut dengan gelombang dan ombak cenderung landai akan berlangsung hingga pertengahan Desember 2023 mendatang.
Meskipun akan ada beberapa waktu gelombang laut dalam kondisi tidak normal karena pengaruh bulan Purnama.
"Sehingga beberapa hari sebelum dan menjelang purnama kondisi gelombang akan besar, namun tidak berpengaruh signifikan," lanjutnya.
Untuk aktivitas penangkapan lobster ini Arsana menyatakan hampir sebagian besar nelayan memilih untuk menangkap lobster karena harganya yang relatif baik dan bisa mencapai Rp280 ribu per kilogram.
Baca Juga: Polres Jembrana Tangkap Dua Selebgram di Bali gara-gara Promosikan Judi Online
Biasanya dalam sekali melaut perolehan mereka bisa mencapai lima hingga sepuluh kilogram.
Sehingga diakuinya, keuntungan yang diperoleh nelayan dalam sekali panen cukup besar, jika dibandingkan dengan menangkap ikan jenis lainnya.
Selain lobster, Arsana menyebutkan ada beberapa jenis ikan lainnya yang juga bisa dipanen oleh nelayan, seperti ikan dorang dan ikan sarden.
"Untuk ikan dorang ini, ditangkap oleh nelayan dalam jumlah kecil, karena ikannya sendiri adalah ikan besar," tambahnya. (*)
Editor : I Made Mertawan