KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Gema Tanspalas (Gerakan Masyarakat Puputan Sampah Plastik) yang sebelumnya gencar dilakukan lewat aksi bersih-bersih sampah plastik setiap hari Jumat belakangan ini jarang dilaksanakan. Hal itu pun mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Klungkung, I Nengah Mudiana.
Dalam kaca matanya, dalam beberapa bulan belakangan ini, program bersih-bersih sampah plastik jarang terlaksana. Entah apa alasan dan kendalanya. Padahal menurutnya kegiatan ini sebelumnya cukup rutin dilakukan utamanya setiap hari Jumat. Baik oleh ASN, sekolah-sekolah, desa hingga instansi.
“Padahal menurut saya program ini, merupakan program yang sederhana namun dampaknya besar terhadap lingkungan,” tegasnya Selasa (28/11).
Terlebih saat ini, Kabupaten Klungkung masih berkutat pada persoalan sampah yang seakan-akan taka da akhirnya. Termasuk permasalahan menggunungnya sampah di TPA Sente, maupun di TPA Biaung dan TPA Jungutbatu.
"Jadi kita ingin agar program ini tidak hanya gaung saja. Namun harus diimbangi dengan aksi dan harus kembali digencarkan. Tapi justru belakangan ini saya perhatikan kegiatan ini semakin jarang dilakukan," bebernya.
Lebih lanjut, Mudana menilai jika program ini dilaksanakan secara konsisten maka akan membawa dampak yang baik bagi lingkungan. Minimal dapat mengurangi sampah plastik yang dibuang sembarangan.
"Kami selaku wakil rakyat turut serta mengawal keberlanjutan program puputan sampah plastik itu, karena menyangkut dampak lingkungan. Kita semua mengetahui, bahwa sampah plastik kalau tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk buat kesehatan," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung I Nyoman Sidang menuturkan bahwa dalam beberapa pekan belakangan ini pihaknya masih fokus pada permasalahan di TPA. Seperti kebakaran di TPA Jungutbatu Nusa Penida, serta penataan sampah di TPA Sente yang masih menggunung.
"Kalau masalah itu (Puputan Sampah Plastik) saya belum bisa berkomentar. Konsentrasi kami saat ini adalah kejadian mendesak, seperti masalah TPA Sente yang overload sehingga harus pinjam alat berat ke Pemprov, serta masalah kebakaran TPA Jungutbatu," tandasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana