Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Infrastruktur dan Fasilitas Pariwisata Masih Kurang Memadai, Retribusi Wisata di Nusa Penida Jadi Sorotan

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 8 Desember 2023 | 02:26 WIB
wisatawan berpose di salah satu objek wisata di Nusa Penida.
wisatawan berpose di salah satu objek wisata di Nusa Penida.

 

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Pungutan retribusi terhadap wisatawan di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, belakangan menjadi sorotan publik. Apalagi setelah salah seorang konten kreator asli Nusa Penida mempertanyakan perihal peruntukkan pungutan tersebut.

 

Karena nyatanya meskipun penarikan retribusi sudah diterapkan sejak tahun 2019 lalu, namun menurut warga belum semua infrastruktur di Nusa Penida dibenahi secara tuntas dan layak. Begitu juga dengan penataan serta fasilitas di destinasi wisata yang juga dianggap masih belum memadai.

 

 

Seperti halnya yang dipertanyakan oleh warga di Nusa Penida, Gede Yasa, 35. Menurutnya hingga saat ini banyak jalan di Nusa Penida yang masih rusak, termasuk jalan menuju ke destinasi wisata.

 

"Bisa dilihat langsung itu jalan di sekitar Pelabuhan Banjar Nyuh, dan jalan menuju destinasi wisata juga banyak rusak," tegasnya, Kamis (7/12).

 

 

Sehingga ia pun mempertanyakan apakah retribusi yang dipungut ke wisatawan tersebut memang diperuntukan untuk membangun infrastruktur di Nusa Penida atau justru bocor ke kantong-kantong yang tak terdeteksi.

 

"Penataan di destinasi wisata dari pemerintah apakah sudah berjalan? Karena saya lihat di destinasi populer seperti Broken Beach atau Pantai Kelingking justru belum ditata dengan baik, fasilitas toilet saja masih susah," imbuhnya.

 

Padahal masyarakat Nusa Penida khususnya yang bergantung pada pariwisata berharap retribusi terhadap wisatawan ke Nusa Penida bisa dialokasikan sepenuhnya, untuk menunjang pariwisata di Nusa Penida.

 

"Kalau bisa harapan kami, uang hasil retribusi sepenuhnya dialokasikan untuk kepentingan pariwisata di Nusa Penida. Selain itu sistem pungutan retribusi juga harus dibenahi, saya lihat masih dilakukan manual, sangat rentan dengan kebocoran retribusi," pungkasnya.

 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung Ni Made Sulistiawati menjelaskan bahwa retribusi wisatawan ke Nusa Penida yang masuk ke APBD Klungkung rata-rata mencapai Rp40 Juta dalam sehari. Dimana anggaran itu juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di Nusa Penida.

 

"Dan tahun 2023 ini, sudah cukup banyak ruas jalan di Nusa Penida yang diperbaiki oleh Pemkab Klungkung. Tapi memang perbaikan infrastruktur harus dilakukan bertahap, karena masih keterbatasan anggaran di Pemda. Selain itu jalan menuju destinasi ada yang belum tertangani, karena ada kendala lahan. Masih ada lahan kepemilikan investor yang tidak mau melepas lahannya, sehingga belum bisa diaspal," bebernya.

 

Lebih lanjut ia menyebutkan jika di tahun 2023 ini anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan di Nusa Penida mencapai Rp22 Niliar yang bersumber dari APBD dan BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Provinsi Bali.

 

 

Disamping itu penataan destinasi wisata juga dilakukan secara bertahap. Dimana pada tahun 2024, akan dimulai pemasangan pagar pengaman tebing di Destinasi Pantai Kelingking. Termasuk penataan tangga di Pantai Kelingking dan penataan lanjutan Pelabuhan Banjar Nyuh di Nusa Penida akan dilakukan tahun 2024.

 

"Tahun 2024, kami mulai pemasangan pagar penganan tebing dan penataan tangga di Pantai Kelingling. Semoga bulan Januari sudah bisa dimulai. Karena memampuan APBD terbatas, penataan tentu kami lakukan bertahap di setiap destinasi," tandasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#retribusi #wisatawan #infrastruktur #klungkung #Penataan #Pungutan #nusa penida