Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sekelompok Pria Bawa Parang Tebas WNA Timor Leste di Sidakarya

I Gede Paramasutha • Rabu, 20 Desember 2023 | 18:21 WIB

Korban Matias mengalami luka tebas pada pergelangan tangan dan lengan kiri akibat diserang secara membabi buta oleh sekelompok pria bersenjata parang.
Korban Matias mengalami luka tebas pada pergelangan tangan dan lengan kiri akibat diserang secara membabi buta oleh sekelompok pria bersenjata parang.
DENPASAR, BALI EXPRESS - Penyerangan secara brutal oleh sekelompok orang bersenjata tajam terjadi di rumah kos elit, Jalan Bedugul, Gang Garuda, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan pada Rabu (20/12) dini hari. Para pelaku tebas dua orang warga negara asing (WNA) asal Timor Leste.

Kedua WNA yang diketahui bernama Matias Fernandes dan Jhon itu pun harus dirawat akibat alami luka tebas. Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, kelompok yang melakukan penyerangan ini berjumlah sekitar enam orang.

Baca Juga: Anggota Komunitas Pecinta Alam Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Legian

"Ciri-ciri pelaku, mengendarai tiga unit sepeda motor, tetap memakai helm, penutup wajah dan jaket ojek online. Empat orang berbadan besar dan tinggi sekitar 174 cm, dua lainnya berbadan kurus dengan tinggi 170 cm," ujarnya. Menurut adik dari Matias bernama Moises Marcal, 33, awalnya dia dan korban datang dari Inggris.

Mereka tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung untuk transit, sebelum melanjutkan penerbangan menuju negara asalnya Timor Leste. Lalu sekitar pukul 00.00 wita, mereka dijemput oleh sopir yaitu Jhon dengan mobil Mitsubishi Xpander warna hitam berplat DK 1359 VN.

Kakak beradik itu sempat diajak makan di Jalan Tukad Pakerisan, Denpasar Selatan dan setelah itu mampir ke kos Jhon di tempat kejadian perkara (TKP). Ternyata di sana sudah ada kelompok pelaku yang menunggu. "Kelompok tersebut bersenjata jenis parang," tambahnya.

Waktu itu, Jhon turun dan menghampiri temannya Andreas Frank Asido Lumbatobing, 19, yang berdiri di lobby kos. Tak disangka, sekelompok orang tak dikenal tersebut langsung melancarkan serangan dan menebas Jhon, hingga terluka pada tangannya.

Baca Juga: Wayan Tirta Terpilih Aklamasi Pimpin Percasi Badung, Janji Tak Pilih Kasih

Para pelaku juga menyerang Matias yang masih ada di dalam mobil. Sehingga WNA itu mengalami luka tebas di pergelangan tangan kiri dan lengan kiri. Selain itu, para pelaku juga merusak mobil tersebut. "Saat diserang saksi hanya bisa melawan dari dalam mobil untuk melindungi diri. Mobil tersebut juga dirusak, alami pecah kaca pintu kiri dan kaca belakang," tandasnya.

Sementara itu, dari kesaksian Andreas Frank, para pelaku bersenjata parang berjumlah enam orang itu datang ke TKP sekitar pukul 00.45 wita. Dua orang diantaranya ternyata sempat masuk ke kamar milik Jhon. Tapi karena tidak menemukan apa yang dicari, maka mereka keluar lagi dan menunggu di atas motor.

Berselang beberapa saat kemudian Jhon bersama dua WNA sesama asal Timor Leste tiba dengan mobilnya. Sopir itu turun dari mobil dan bertanya kepada Andreas, apa yang dicari oleh kelompok tersebut. Saat saksi menjawab bahwa kelompok itu mencari Jhon, pelaku pun langsung menyerang.

"Korban Jhon dengan sigap mendorong saksi Andreas masuk ke kamar agar terhindar dari serangan. Sayangnya saat saksi keluar dari kamar, didapati korban sudah mengalami luka-luka dan para pelaku kabur," imbuhnya. Maka dari itu, insiden ini pun dilaporkan ke pihak berwajib.

Tak berselang lama, ambulans BPBD Kota Denpasar tiba di lokasi dan mengevakuasi korban ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah. Selanjutnya tim Identifikasi Polresta Denpasar tiba untuk melakukan Olah TKP dan Satuan Reserse Kriminal akan menyelidiki para pelakunya. (ges)

Editor : Wiwin Meliana
#parang #Penyerangan #sidakarya #wna #timur leste