Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Warga Desa Negari Keluhkan Suara Bising dari Kafe Remang-remang, Satpol PP : Bukan Kafe Tapi Warung

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 4 Januari 2024 | 01:36 WIB
Ilustrasi kafe remang-remang.
Ilustrasi kafe remang-remang.

 

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Pada tahun 2019, seluruh kafe remang-remang di Kabupaten Klungkung ditutup.

 

Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya melindungi warga dari penyakit sosial dan menular seksual. Terlebih keberadaan kafe remang-remang Klungkung tak sedikit yang dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi.

 

 

Namun kini justru masyarakat justru mulai mengeluhkan keberadaan kafe remang-remang. Salah satunya, melalui media sosial, masyarakat mengeluhkan keberadaan kafe remang-remang dengan musik keras di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali.

 

 

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung Dewa Putu Suarbawa yang dikonfirmasi terpisah terkait hal tersebut mengungkapkan bahwa yang dikeluhkan masyarakat di Desa Negari itu bukanlah kafe, melainkan sebuah warung.

 

Atas keluhan tersebut, pihaknya telah mendatangi warung yang dikeluhkan.

 

"Dan didalamnya tidak terdapat PSK, bilik kamar sebagai mana ciri khas dari cafe remang-remang. Yang kami temukan hanya tempat minum (miras, Red). Disana kami lihat kebanyakan sopir truk mengajak pasangannya, entah istrinya saya tidak tahu, yang pasti pasangannya minum disana,” paparnya Rabu (1/3).

 

Ditambahkannya jika keluhan warga tersebut, menurutnya telah ditindaklanjuti Perbekel Negari dengan bersurat ke Satpol PP Klungkung.

 


Dan berbekal surat tersebut, rencananya Satpol PP Klungkung akan memanggil pemilik warung, perbekel, pihak kecamatan hingga bendesa adat. “Suratnya masih kami konsepkan untuk segera ditindaklanjuti, " tandasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#psk #prostitusi #bali #satpol pp #klungkung #Remang-remang #kafe #Dikeluhkan