BADUNG, BALI EXPRESS - Upacara Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, Nilapati, Pujawali, Caru Rsi Gana Wrespati Kalpa, Lan Mapadudusan telah dilaksanakan di Pura Dadia Pasek Gaduh, Banjar Ancak, Desa Adat Kampial, Kuta Selatan.
Upacara Ngenteg Linggih ini dilaksanakan bertepatan dengan piodalan di Pura tersebut yang jatuh pada Buda Cemeng Ukir, Rabu (3/1).
Dalam pelaksanaan upacaranya dipuput oleh Yajamana Karya Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran dari Griya Penataran Tanjung Bungkak, Renon, dan didampingi Ida Pandita Wajra Ananda dari Griya Kasogatan Dharma Seraya, Kuta.
Yajamana Karya Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran mengatakan, Upacara Ngenteg Linggih ini dilaksanakan bertepatan dengan piodalan di Pura Dadia Pasek Gaduh. Tingkatan upacara ini yang dipilih adalah Utama. “Keutamaan yang dimaksud bukan berarti besarnya upacara melainkan rangkaian upacaranya lengkap,” ujarnya.
Menurutnya, upacara ini juga menggunakan caru berupa kambing dan angsa. Rangkaian upacara dimulai dengan Nuasen Karya, Ngingsah, Panilapati, dan Mendak Nuntun di Pura Dalem Puri, Besakih. “Kemudian dilakukan juga prosesi Nyumput Sari Ring Ida Bhatara Kawitan di Pura Lempuyang Madya. Karena ada upacara Nilapati maka juga dilaksanakan Pangaskaran kepada leluhur. Kemudian dilanjutkan dengan upacara pemelastian,” ungkapnya.
Upacara Ngenteg Linggih, Ida Pandita Mpu Jaya Putra Pemuteran menerangkan, ada hal yang melatarbelakangi, yakni perbaikan bangunan Pura dan Ngelinggihang Dewata-Dewati. Perbaikan bangunan Pura disebutkan karena usianya diperkirakan 25 tahun.
Upacara Ngenteg linggih ini pun dibarengi dengan Mupuk Pedagingan, Caru Rsi Gana Lan Wrespati Kalpa. Sekaligus pelaksanaan Mendak Nuntun karena sudah lama sekali tidak dilaksanakan.
“Setelah ini pasti dilakanakan upacara lagi, seperti Nyegara Gunung dengan ngaturang pangayubagia kepada Ida Bhatara-Bhatari. Karena setelah upacara selesai wajib kita melaksanakan Nyegara Gunung, yang akan dilaksanakan dua hari kedepan,” jelasnya.
Sementara Prawartaka Karya Ketut Sastra mengatakan, pelaksanaan upacara dari Semeton Pasek Gaduh diawali dari 15 Desember 2023 dengan Matur Piuning lan Maguru Piduka, puncak Upacara Ngenteg Linggih saat Piodalan di Buda Cemeng Wuku Ukir, kemudian penyineban akan dilaksanakan pada 6 Januari 2023. Untuk biaya upacara bersumber dari tabungan para pengempon pura yakni sebanyak 29 KK.
“Dana yang dikumpulkan sudah sejak 3,5 tahun. Kemudian ada juga bantuan dana dari Pemkab Badung sebesar Rp 225 juta,” paparnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana