SINGARAJA, BALI EXPRESS - Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, menjadi saksi pertama kali digelarnya Bali Wildcamp 2024. Kegiatan yang diinisiasi oleh ProFauna Indonesia dilaksanakan 6-7 Januari 2024.
Bali Wildcamp 2024 berhasil memadukan keindahan alam dan kepedulian lingkungan. Dalam kemah-kemah sederhana yang berjejer, peserta dari seluruh penjuru Indonesia diajak untuk mengenali satwa liar, khususnya satwa endemik yang berkeliaran di Pedawa dan Bali.
Mengusung tema pelestarian air dan satwa liar, Bali Wildcamp 2024 memberikan pengalaman unik kepada peserta untuk mengenal lebih dekat dengan kehidupan satwa liar di habitat aslinya.
Dalam rangkaian kegiatan ini, mereka dapat menyaksikan satwa-satwa endemik yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan biologis Desa Pedawa dan pulau Bali.
Baca Juga: KPU Tabanan Gelontorkan Dana Rp 1,199 Miliar Untuk Sewa Gedung Eks Hardys
Kadek Agus Wira Hermanda yang menjadi peserta dalam kegiatan itu mengaku mendapat pengetahuan baru. Terutama mengenai Desa Pedawa. Baik flora dan fauna yang ada di desa tersebut. Bali Wildcamp 2024 adalah sebuah edukasi tentang alam yang menyenangkan di luar kurikulum sekolah.
“Sangat bermanfaat. Kami jadi tahu kondisi alam yang dimiliki. Tidak hanya sekedar teori tetapi juga diajak terjun langsung ke lokasi, sehingga benar-benar mengetahui faktanya seperti apa,” ungkap Wira yang juga seorang guru Bahasa Indonesia di salah satu SMKN di Badung.
Peserta lainnya juga sama antusiasnya. Muhammad Julfikram Bawimbang dari Batuputih, Sulawesi Utara mengaku mendapat tambahan ilmu tentang alam.
“Tidak dimulai dengan hal yang besar. Dari yang kecil saja, misalnya tidak berburu sembarangan,” kata dia.
Selain pengetahuan tentang satwa liar, peserta juga diajak untuk mengeksplorasi keragaman tumbuhan serta pelestarian mata air di desa ini. Rangkaian acara mencakup pemaparan ahli lingkungan mengenai fungsi dan pentingnya mata air dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Pedawa.
Founder ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan, Bali Wildcamp 2024 dilakukan di Desa Pedawa bukan tanpa alasan. ProFauna Indonesia telah lama mengamati des aini. Mereka getol melakukan pelestarian hingga identifikasi mata air. Konservasi air yang dilakukan itu jika ditelaah maka berkaitan erat dengan vegetasi di alam Pedawa. Hal itu juga menunjukkan adanya keterhubungan dari vegetasi dengan habitat satwa, sehingga desa ini dituju untuk melakukan edukasi tentang alam dalam bentuk perkemahan singkat.
“Pedawa itu paket lengkap. Bisa dikatakan Pedawa ini adalah Laboratorium Alam. Desa ini juga salah satu desa dampingan kami dalam hal konservasi sumber daya alam bersama Komunitas Kayoman Pedawa. Jadi Bali Wildcamp 2024 ini kami harapkan adanya jaringan kerja dari para peserta ini. Terutama dalam penyebaran ilmu kepedulian terhadap alam yang benar dan tepat,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Komunitas Kayoman Pedawa, Putu Yuli Supriyandana mengatakan, dari kegiatan konservasi air yang dilakukan bersama ProFauna berhasil mengidentifikasi titik-titik mata air di desa itu. Hingga kini ada 90 lebih mata air yang teridentifikasi, namun belum seluruhnya dapat dimaksimalkan. Begitu pula dengan beberapa satwa liar yang ada di Pedawa mulai bermunculan karena ekosistem alam yang dapat dikatakan baik.
“Sudah mulai berterbangan di beberapa tempat. Ada juga ayam hutan yang mulai muncul dan mulai beradaptasi dengan warga. Hal itu menunjukkan lingkungan atau alam kami di Pedawa masih murni dan tidak terkontaminasi terlalu banyak,” terang Yuli. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana