Hal ini diketahui dari unggahan di akun Instagram @missrtii, pada Selasa (9/01). Dala video yang diunggah, terlihat oknum pelaku yang bernama Nyoman Sudarma menyampaikan permohonan maaf yang sebasar-besarnya atas tindakan yang dilakuka.
Baca Juga: Pentingnya Wiweka Dalam Menggunakan Sosial Media, Ini Penjelasannya Menurut Ajaran Agama Hindu
“Nama saya Nyoman Sudarma sebagai karyawan Tibumana waterfall, saya akan mengklarifikasi video yang viral tadi pagi,” ucap potongan video oknum pelaku.
Lebih lanjut pemilik akun yang diduga merupakan korban dalam kejadian tersebut menjelaskan bahwa pihaknya telah bertemu dengan oknum pelaku, kepala desa, bendesa adat dan juga pihak kepolisian setempat.
Perempuan itu membenarkan bahwa oknum pelaku merupakan karyawan yang bekerja di Tibumana waterfall dan telah meminta maaf.
“Kasus ini sudah selesai secara kekeluargaan, pihak desa akan menjamin kenyamanan pengunjung baik itu lokal maupun wisatawan asing agar tidak terjadi permasalahan serupa,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga menegaskan bahwa tarif sebesar Rp 200 ribu benar adanya. Namun tarif ini dikenakan untuk para wisatawan yang ingin melakukan fotoshoot professional.
“Sehingga telah dikonfirmasi oleh pihak desa setempat bahwa saat itu terjadi miskomunikasi. Dan tarif untuk memasuki Tibumana waterfall dikenakan biaya sebesar Rp 15 ribu untuk WNI dan Rp 20 ribu untuk warga negara asing,” jelasnya.
Sebelumnya, viral pengakuan seorang wisatawan domestik yang mengaku hampir kena palak saat akan berwisata ke Air Terjun Tibumana, Apuan Bangli, Bali.
Dalam video yang dibagikan melalui akun Instagram @missrtii, terlihat seorang laki-laki paruh baya yang wajahnya telah disamarkan memberhentikan seorang wisatawan untuk dimintai uang. Tak tanggung-tanggung pemilik video mengaku dimintai uang sejumlah Rp 200 ribu.
Karena tidak memberikan, laki-laki paruh baya itupun melontarkan kata-kata tidak pantas lalu pergi meninggalkan wisatawan tersebut.
Editor : Wiwin Meliana