Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menyongsong Pemilu 2024, Literasi dan Inovasi Komunikasi Politik Jadi Kunci Utama

Dian Suryantini • Minggu, 14 Januari 2024 | 22:27 WIB
Komunikasi politik jadi fokus utama dalam talkshow yang digelar Kampus Pascasarjana, Program Ilmu Komunikasi Hindu, UHN IGB Sugriwa, di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Sabtu, 14 Januari 2024.
Komunikasi politik jadi fokus utama dalam talkshow yang digelar Kampus Pascasarjana, Program Ilmu Komunikasi Hindu, UHN IGB Sugriwa, di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Sabtu, 14 Januari 2024.

BANGLI, BALI EXPRESS- Dalam menyambut Pemilu 2024, literasi dan inovasi dalam komunikasi politik menjadi fokus utama dalam talkshow yang digelar Kampus Pascasarjana, Program Ilmu Komunikasi Hindu, UHN IGB Sugriwa, di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Sabtu, 14 Januari 2024.

Perubahan pola komunikasi yang cerdas dan terarah akan menjadi kunci penting untuk meraih dukungan masyarakat pada Pemilu 2024.

Menurut hasil survei yang dilakukan oleh lembaga riset independen, tingkat literasi politik di kalangan pemilih Indonesia terus meningkat.

Lebih dari 70 persen responden menyatakan bahwa mereka lebih memahami isu-isu politik dan mampu mengkritisi informasi yang diterima.

Ini menandakan bahwa pemilih cenderung lebih cerdas dalam menilai dan memilih calon yang tepat.

Berdasarkan data dari KPU RI serta International IDEA dan Ditjen Polpum pada Februari 2023, target partisipasi pemilihpada Pemilu 2024 sebesar 79,5 persen.

Pakar  Komunikasi Politik Indonesia Dr. Gun Gun Heryanto mengatakan bahwa penggunaan media sosial juga menjadi faktor penentu dalam komunikasi politik.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen pemilih menggunakan media sosial sebagai sumber informasi politik utama mereka.

Oleh karena itu, partai politik dan calon diimbau untuk memanfaatkan platform tersebut secara efektif, menyebarkan informasi yang akurat dan berkomunikasi secara interaktif dengan pemilih.

“Tujuan komunikasi politik untuk pemahaman, mengembangkan penghargaan, menumbuhkan niat baik bekerja sama serta mengontrol emosi dan risiko kerusakan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan literasi politik, berbagai inisiatif pendidikan dan sosialisasi telah dilakukan oleh pihak berwenang.

Workshop, seminar, dan pelatihan literasi politik diadakan di berbagai daerah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sistem politik, hak dan kewajiban sebagai pemilih.

Inovasi komunikasi politik juga menjadi fokus utama para calon dan partai politik. Pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence (kecerdasan buatan) dan big data digunakan untuk menganalisis perilaku pemilih dan merancang pesan yang lebih tepat sasaran.

Kampanye digital dan konten kreatif diharapkan dapat menjangkau pemilih muda dan meningkatkan partisipasi mereka dalam proses demokrasi.

Guru Besar Ilmu Komunikasi UGM Prof. Hermin Indah Wahyuni menawarkan pendekatan komunikasi politik lewat Autopoeisis.

Artinya, salah satu pencapaian komunikasi yang paling penting dalam komunikasi adalah membuat sistem yang mampu memproduksi dan merawat dirinya sendiri dengan membuat bagian penyusunnya sendiri.

Komunikasi politik yang optimal akan melahirkan teks-teks politik yang dapat menjadi energi sistem politik untuk terus mengiritasi sistemnya sendiri.

“Jelang Pemilu 2024, sistem politik Indonesia tampaknya mengalami gejala blind reflexivity yaitu hanya berorientasi pada kodenya sendiri dan gagal dalam berefleksi mengenai kepentingan elemen penting di luar dirinya,” ungkapnya.

Sementara itu,Ketua KPID Bali Agus Astapa dalam talkshow itu menyampaikan perspektifnya terkait  Pemilu 2024 ini bahwa keterbukaan dan transparansi calon dianggap sebagai nilai tambah.

Data keuangan dan program kerja calon diharapkan dapat diakses secara mudah oleh publik.

“Partisipasi aktif dalam debat publik juga dianggap sebagai salah satu cara efektif untuk membangun kepercayaan masyarakat,” jelas Agus.

Sejalan dengan itu, Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Putu Agus Tirta Suguna mengatakan, dengan literasi politik yang semakin tinggi dan inovasi dalam komunikasi politik yang terus berkembang, diharapkan Pemilu 2024 akan menjadi ajang demokrasi yang lebih berkualitas dan partisipatif.

Masyarakat diharapkan dapat memilih dengan cerdas, berdasarkan informasi yang akurat dan memilih pemimpin yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Peran media sangat penting untuk transformasi informasi kepada masyarakat. Terlebih dalam masa kampanye ini,” ungkap Tirta Suguna.

Dalam paparan sebelumnya, Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Hindu Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri menyampaikan sejatinya kegiatan talkshow ini adalah rangkaian dari tugas akhir dari mata kuliah Komunikasi Politik.

Kendati demikian, ilmu yang didapatkan dari para pakar dalam talkshow ini dapat memberikan pemahaman mengenai pandangan politik. Terlebih saat ini sedang berlangsung tahapan Pemilu 2024.  (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#pemilu 2024 #bangli #Komunikasi