SINGARAJA, BALI EXPRESS - Tragedi yang menyayat hati di kawasan Sempidi, Badung, Bali, telah meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga Adhi Putra Krismawan.
Adhi, sang ayah yang baru saja mendapatkan pekerjaan, harus menghadapi penganiayaan yang tragis, hingga mengakhiri hidupnya.
Keluaraga Adhi, yang tinggal di Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, pada awalnya tidak mengetahui tentang kejadian menyedihkan yang dialami Adhi.
Saat peristiwa itu terjadi, Adhi baru saja memulai pekerjaan barunya, dan keluarga hanya mengenalnya sebagai sosok pekerja keras yang selalu berusaha keras untuk menyokong kehidupan anak balitanya.
Putu Suartini, ibu dari Adhi, hanya bisa menundukkan kepala dan menahan kesedihan.
Meski mereka tinggal dalam satu rumah, Suartini jarang bercerita tentang dirinya sendiri, dan keluarga hanya mengenali Adhi sebagai sosok yang penuh dedikasi untuk memberikan kehidupan yang baik bagi keluarganya.
"Dia pesan sama anaknya, 'Papa mau kerja cari uang buat adik.' Selalu saya teringat kata-kata itu," ujar Suartini, Selasa (16/1) sore.
Suartini merasa sangat tidak berdaya, sesekali menangis dengan penuh kesedihan. Kematian Adhi dengan cara yang tragis membuatnya sulit diterima.
Suartini hanya berharap bisa mendapatkan kejelasan tentang peristiwa yang merenggut anaknya itu.
"Saya tidak meminta apa pun. Saya hanya ingin anak saya pulang dengan selamat. Tapi Tuhan berkehendak lain, dia pulang dalam keadaan tidak bernyawa. Kenapa harus seperti ini?" tuturnya sambil menahan tangis.
Jenazah Adhi saat ini masih dalam proses otopsi di rumah sakit Sanglah, dan belum bisa dibawa pulang ke rumah duka.
Komunikasi harian antara Adhi dan keluarganya tiba-tiba terputus sehari sebelum kejadian.
"Kalau telepon, pasti dia akan nanya kabar dan anaknya. Saya sama sekali tidak terpikirkan akan ada kejadian ini. Biasanya selalu ada kabar," ungkap Suartini.
Kemarahan juga muncul dalam hati ibu tersebut saat menyaksikan video penganiayaan yang beredar.
Ia tidak bisa menerima perlakuan sadis yang terjadi pada anaknya.
"Saya tidak terima. Di video itu, dipukul pakai asbes, pakai balok atau apa begitu, sangat sadis. Kok tidak berpikir mereka melakukan itu. Miris hati saya," ucapnya menahan air mata.
Meski berkali-kali mengucapkan kata-kata ikhlas, Suartini tetap merasa luka di hatinya. Ia merasa ngeri melihat kejadian yang menimpa anaknya.
"Kok tega. Saya ingin ada keadilan untuk anak saya yang diperlakukan seperti itu," tambahnya.
Di rumah duka, kesedihan menyelimuti anggota keluarga.
Meskipun mereka mencoba menahan rasa sedih, mereka berusaha menggambarkan sosok Adhi. Keluarga Adhi berharap pihak hukum memberikan ganjaran yang setimpal kepada para pelaku.
"Kalau dendam rasanya tidak elok juga. Tapi kami, keluarga, ingin tahu kenapa bisa begitu," tambahnya.
Di sisi lain, keluarga juga sedang mempersiapkan perlengkapan untuk upacara pemakaman.
Plastik dan busana sudah dipersiapkan, dan keluarga berencana untuk melakukan prosesi pemakaman sesuai dengan adat Kristen.
Menurut rencana, almarhum Adhi akan dimakamkan di pemakaman Kristen di Kelurahan Liligundi, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. (*)
Editor : I Putu Suyatra