Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi dan Fakta-fakta Dugaan Pengeroyokan di Pangkungparuk, Bali: Warga Umejero Meregang Nyawa

Dian Suryantini • Jumat, 19 Januari 2024 | 18:21 WIB
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika.
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika.

BULELENG, BALI EXPRESS - Dugaan pengeroyokan menggegerkan Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Bali, pada Sabtu (13/1) sekitar pukul 22.30 WITA.

Korban, Wayan Budra, warga Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, ditemukan tergeletak dengan luka serius.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, membenarkan dugaan pengeroyokan tersebut dan menyatakan bahwa pelakunya masih dalam penyelidikan.

Wayan Budra dirawat di Rumah Sakit Umum Tangguwisia sebelum meninggal pada Selasa (16/1) pukul 11.30 WITA.

Istri korban menduga suaminya mengalami kekerasan, dan kasus ini sedang diselidiki oleh Polsek Seririt. Identitas dan status pelaku masih belum diungkapkan.

Berikut kronologi dan fakta-fakta dari pengeroyokan tersebut:

1.  Waktu dan Lokasi:

-  Peristiwa terjadi pada Sabtu (13/1) sekitar pukul 22.30 WITA di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Bali.

2.  Korban dan Asal Usul:

-  Korban bernama Wayan Budra, warga Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.

-  Wayan Budra ditemukan tergeletak dengan luka serius sebagai akibat dugaan pengeroyokan.

3.  Luka yang Dialami Korban:

-  Wayan Budra mengalami sejumlah luka, termasuk lebam dan luka lecet di pipi kiri, lebam dan lecet di pelipis kanan, lebam dan benjol di bagian kepala belakang sebelah kiri, serta lebam di kelopak mata kanan.

4.  Konfirmasi dari Otoritas:

-  Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, membenarkan adanya dugaan pengeroyokan dan menyatakan bahwa pelaku masih dalam tahap penyelidikan.

5.  Penanganan Awal oleh Keluarga:

-  Istri korban segera membawa Wayan Budra ke Rumah Sakit Umum Tangguwisia, Seririt, setelah menemukan korban dalam keadaan tidak sadarkan diri.

6.  Perawatan di Rumah Sakit:

-  Korban dirawat selama satu hari di Rumah Sakit Umum Tangguwisia sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng pada hari Minggu (14/1).

7.  Meninggal Dunia:

-  Pada Selasa (16/1) sekitar pukul 11.30 WITA, Wayan Budra dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

8.  Penguburan:

-  Jenazah Wayan Budra dibawa ke rumah duka di Banjar Dinas Waru, Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, untuk proses penguburan.

9.  Dugaan Kekerasan Menurut Keluarga:

-  Istri korban menduga bahwa suaminya mengalami kekerasan. Kasus ini saat ini sedang dalam tahap penyelidikan oleh Polsek Seririt.

10.  Status Pelaku:

-  Identitas dan status pelaku belum terungkap. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib.

11.  Pernyataan Resmi:

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, menyampaikan bahwa dugaan pengeroyokan tersebut kuat, dan penyelidikan masih berlangsung pada Jumat (19/1) pagi. (*) 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #pengeroyokan #seririt #buleleng