SINGARAJA, BALI EXPRESS- Potensi buah lokal Buleleng tak kalah menggiurkan, salah satunya manggis dari Desa Munduk Bestala, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Buah manggis dari desa ini telah terkenal sebagai salah satu manggis terbaik di Bali.
Para petani lokal di wilayah ini, diberkahi dengan kondisi cuaca dan tanah yang menguntungkan, sehingga membudidayakan manggis dengan kualitas dan rasa yang super sangat mudah dihasilkan.
Meskipun kaya akan nutrisi dan rasa lezatnya, manggis awalnya tidak dikembangkan secara luas dan hanya dipasarkan terutama secara lokal.
Hal ini menimbulkan tantangan bagi para petani untuk memaksimalkan keuntungan selama panen yang melimpah.
Ketut Rita, 59 seorang petani manggis dari Munduk Bestala sempat merenung saat buah manggis harganya sangat murah.
Ia mengingat kembali kejayaan 15 tahun lalu ketika manggisnya turut menjelajah hingga ke Tiongkok.
“Sebelum pengiriman, manggis sangat murah. Satu keranjang seharga seribu lima ratus (Rp1.500) kalau dimakan semua ya tidak habis juga toh. Setelah diekspor ke negara seperti China, Taiwan, dan Eropa, harganya meningkat signifikan. Para petani menjadi lebih termotivasi untuk membudidayakannya,” ujar Rita, Kamis 1 Februari 2024.
Rita bersama dengan banyak petani manggis lainnya di Munduk Bestala memilih untuk melanjutkan tradisi menanam ratu buah ini.
Selain tradisi yang telah berlangsung lama, mereka menemukan manggis mudah dirawat dibandingkan dengan buah lain seperti durian kane yang sangat sensitif.
Begitu pula dengan Made Sariana, seorang pengusaha dan pengepul manggis di Munduk Bestala.
Selama dua dekade, ia memutuskan untuk fokus pada manggis. Meskipun Munduk Bestala diakui memiliki salah satu varietas durian terbaik di Bali, Sariana merasa bahwa lebih sedikit orang yang serius terlibat dalam budidaya manggis.
Keputusannya membawanya menjadi pemasok untuk PT Manggis Elok Utama, sebuah perusahaan yang memainkan peran penting dalam mengangkut manggis Indonesia secara langsung ke Tiongkok tanpa transit melalui Malaysia dan Singapura.
Pada tahun 2019, PT Manggis Elok Utama berhasil mengekspor 933 ton manggis senilai Rp2,76 miliar.
Hal ini membutuhkan 500 kontainer, masing-masing membawa 18-20 ton manggis, menuju Tiongkok.
Manggis, buah asli Indonesia yang diyakini berasal dari Semenanjung Malaya, adalah tanaman abadi yang dikenal memiliki kandungan antioksidan tertinggi di dunia.
Selain rasanya yang lezat, manggis, kerabat dari kokum dan garcinia mengandung xanthone, senyawa yang digunakan dalam berbagai obat.
Ini termasuk sifat anti-inflamasi, anti-kanker, anti-alergi, anti-malaria, dan berfungsi sebagai suplemen untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada penderita HIV.
Manggis dari Munduk Bestala memukau para penggemarnya dengan rasa khas mereka, yang dibudidayakan melalui teknik pertanian konservasi daripada sistem perkebunan konvensional.
Kualitas unik mereka sejajar dengan manggis dari daerah terkenal seperti Subang, Wanayasa, Sukabumi, Leuwiliang, dan Tasikmalaya.
“Manggis di sini kulitnya tipis dan rasanya manis. Kalau di daerah lain kulitnya tebal dan cenderung agak kecut,” ujar Sariana.
Dengan pasar yang semakin terbuka, industri budidaya manggis di Indonesia diharapkan tumbuh, memberikan manfaat signifikan bagi ekonomi lokal dan para petani.
Kualitas terkenal manggis Munduk Bestala mendapatkan dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan.
Bukan kebetulan bahwa manggis Munduk Bestala semakin diakui sebagai varietas unggulan, mewakili keunggulan Buleleng.
Kisah sukses petani seperti Ketut Rita dan Kadek Sariana tidak hanya menciptakan peluang ekonomi secara lokal tetapi juga berkontribusi pada peningkatan citra internasional produk pertanian Indonesia.
“Semoga terus lancar pengiriman ke luar negeri dan tanpa kendala. Kami hidup dari manggis-manggis ini,” kata dia. (*)
Editor : I Made Mertawan