KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Pemkab Klungkung berduka atas kepergian Anak Agung Istri Ngurah Manik, yang merupakan Kepala Bidang Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak.
Ia menghembuskan nafas terakhirnya setelah terlibat dalam kecelakaan tragis dengan seorang remaja berusia 14 tahun, yang mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (31/1) di Simpang Empat Jalan WR Supratman, Klungkung.
Kejadian ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat setempat, tetapi juga menjadi sorotan Komisioner KPAD (Komisi Perlindungan Anak Daerah) Bali, I Kadek Ariasa. Ariasa menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kehidupan sosial anak-anak, terutama terkait kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mereka.
Ariasa menyoroti fakta bahwa banyak anak-anak, termasuk yang masih bersekolah di tingkat SMA, SMP, bahkan SD, terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Dia mencatat bahwa kendala seperti kesibukan orang tua yang bekerja, keterbatasan angkutan umum yang layak, dan penegakan aturan disiplin sekolah serta UU lalu lintas yang belum optimal, menjadi faktor utama kejadian tersebut.
"Pencegahan belum menemui solusi yang tepat, dan banyak kasus kekerasan terjadi pada usia anak-anak. Orang tua perlu memahami bahwa perlindungan anak dimulai dari keluarga," ungkap Ariasa pada Jumat (2/2).
Meskipun demikian, Ariasa menekankan bahwa semua peristiwa yang melibatkan anak-anak pada akhirnya bermuara pada pola asuh keluarga. Untuk itu, ia mendorong adanya penguatan pola asuh dan pendidikan yang berkarakter positif, dengan komitmen dan konsistensi yang dimulai dari lingkungan keluarga.
"Sekolah dan masyarakat juga perlu bersinergi untuk membina, mengingatkan, mengarahkan, dan mengawasi proses tersebut," lanjutnya.
Kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya Kepala Bidang Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, Anak Agung Istri Ngurah Manik, terjadi saat ia mengendarai sepeda motor Vario DK3938 M dari arah timur menuju barat. Naas, Agung Manik bertabrakan dengan sepeda motor Nmax yang dikendarai oleh seorang anak berusia 14 tahun, yang membonceng rekannya yang berusia 15 tahun.
Kecelakaan ini menyebabkan Agung Manik terjatuh dan mengalami cedera kepala berat, serta luka lecet pada lutut kanan. Meskipun telah mendapat penanganan medis di IGD RSUD Klungkung, Agung Manik meninggal dunia beberapa saat setelahnya.
Kematian tragis Agung Manik ini menjadi cambuk untuk masyarakat dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan perlindungan anak, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan berkarakter positif dalam keluarga dan masyarakat secara menyeluruh.
"Semoga pengalaman ini menjadi momentum untuk mewujudkan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak di masa depan," tandasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana