Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Harga Beras Naik, TPID Denpasar Pastikan Stok Beras di Gudang Bulog

I Dewa Made Krisna Pradipta • Sabtu, 3 Februari 2024 | 16:18 WIB

 

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar menggelar pemantauan stok beras Bulog di Gudang Bulog Sempidi, Badung, Jumat, 2 Februari 2024.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar menggelar pemantauan stok beras Bulog di Gudang Bulog Sempidi, Badung, Jumat, 2 Februari 2024.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar melakukan pemantauan stok beras Bulog di Gudang Bulog Sempidi, Badung, Jumat, 2 Februari 2024.

Pemantauan stok beras yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kota Denpasar AA Gde Risnawan ini guna memastikan kelancaran distribusi dan keamanan stok beras di Kota Denpasar.

Hal ini dilakukan Pemkot Denpasar menyikapi kenaikan harga beras di pasaran saat ini. 

AA Gde Risnawan menjelaskan, tingginya harga beras di pasaran saat ini menjadi polemik di masyarakat.

Penurunan produksi di tingkat petani disinyalir menjadi penyebab lonjakan harga beras.

Namun dari sisi pasokan masih aman, termasuk cadangan beras di Gudang Bulog cukup untuk satu bulan ke depan.

Lebih lanjut dijelaskan, pemantauan bersama TPID Kota Denpasar ini dilaksanakan guna memastikan ketersediaan pasokan beras dalam tiga bulan ke depan, terlebih jelang beberapa hari raya besar yang akan datang. 

"Saat ini untuk kebutuhan satu bulan ke depan aman. Di samping itu Bulog juga telah berkomunikasi ke pusat untuk mengantisipasi kebutuhan 3 bulan kedepan jelang hari hari suci hingga April," terangnya. 

Lebih lanjut dikatakan, terkait distribusi beras di pasaran hingga saat ini masih lancar. Tidak ada kelangkaan yang terjadi.

"Dari 5 pasar yang kami jadikan patokan dan pantau setiap harinya, ketersediaan aman. Tidak ada kendala pasokan," katanya. 

Sementara, Pimpinan Bulog Kantor Wilayah Bali Sony Supriadi mengatakan Bulog sendiri menargetkan penyaluran 3.000 ton beras per bulannya.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.912 ton beras bantuan pangan dan 1.000 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan). 

Untuk bantuan pangan, lanjut Sony, sudah mulai disalurkan, termasuk di Kota Denpasar sudah dimulai sejak Rabu, 31 Januari 2024.

Pihaknya mengakui kenaikan harga beras yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh mundurnya masa tanam akibat El Nino yang terjadi tahun lalu. Hal tersebut membuat panen petani mundur.

"Dengan penyaluran bantuan pangan ini diharapkan bisa mengendalikan harga beras karena dengan distrubsi itu masyarakat mengurangi pembelian ke pasar," katanya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#harga beras #denpasar #stok beras #bulog