Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perhatian! Pawai Ogoh-Ogoh di Badung Dibatasi Maksimal Pukul 22.00 Wita, Kadisbud Ungkap Pertimbangannya

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 5 Februari 2024 | 23:14 WIB
Kadisbud Badung I Gde Eka Sudarwitha saat memberikan sambutan dalam penyerahan dana bantuan kreativitas sekaa teruna (ST) untuk pembuatan ogoh-ogoh Senin, 5 Februari 2024.
Kadisbud Badung I Gde Eka Sudarwitha saat memberikan sambutan dalam penyerahan dana bantuan kreativitas sekaa teruna (ST) untuk pembuatan ogoh-ogoh Senin, 5 Februari 2024.

MANGUPURA, BALI EXPRESS- Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) mengumumkan ketentuan dalam pelaksanaan lomba ogoh-ogoh.

Penilaian dari lomba ogoh-ogoh ini pun akan dilakukan dari pembuatan hingga parade.

Dalam pelaksanaan pawai ogoh-ogoh wajib selesai pada pukul 22.00 Wita. Bahkan telah disiapkan 20 orang juri yang tersebar di seluruh wilayah Gumi Keris-sebutan Kabupaten Badung.

Kadisbud Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan pelaksanaan lomba ogoh-ogoh akan diserahkan ke masing-masing desa yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Upaya dilakukan untuk menjaga kenyamanan warga dengan batas waktu pawai hingga pukul 22.00 Wita.

"Penilaian ogoh-ogoh akan dilakukan oleh 20 juri yang tersebar di seluruh kecamatan dengan kriteria mempertimbangkan partisipasi dalam lomba dan waktu pawai maksimal sampai jam 10 malam," ujar Eka Sudarwitha usai penyerahan dana bantuan kreativitas sekaa teruna (ST), Senin, 5 Februari 2024.

Menurutnya, Pemkab Badung telah menyiapkan hadiah menarik total puluhan juta rupiah untuk ogoh-ogoh terbaik.

Selain itu sekaa teruna dan yowana yang keluar sebagai juara akan mendapatkan bantuan uang dan peluang untuk mengajukan proposal kegiatan dengan bantuan besar.

Baca Juga: Kisah Inspiratif; Dini Nurul Islami Guru Honorer yang Mengubah Hidup melalui Shopee Affiliate dan Shopee Live

“Kami mengajak sekaa teruna dan yowana untuk meriahkan Hari Raya Nyepi dengan kreativitas ogoh-ogoh yang unik dan original,” ucapnya.

Sudarwitha pun mengimbau, seluruh pihak, yakni bendesa adat, perbekel, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas di seluruh desa di Badung, untuk melaksanakan komunikasi dan koordinasi.

Termasuk dengan pengusaha agar seluruh rangkaian brata penyepian berjalan khidmat, khusyuk, tertib, aman, dan nyaman.

“Dengan adanya aturan ketat dan kerjasama dari semua pihak, Badung akan menjadi daerah yang memiliki toleransi tinggi dan menjadi perhatian bagi dunia luar,” tegasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #nyepi #ogoh-ogoh #badung