Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bulan Bahasa Bali Kembali Digelar di Bangli, Upaya Merawat Kecintaan terhadap Bahasa, Aksara dan Sastra

I Made Mertawan • Selasa, 6 Februari 2024 | 00:22 WIB
Asisten I Setda Bangli Made Ary Pulasari membuka Bulan Bahasa Bali di Bangli yang ditandai pemukulan gong, Senin, 5 Februari 2024.
Asisten I Setda Bangli Made Ary Pulasari membuka Bulan Bahasa Bali di Bangli yang ditandai pemukulan gong, Senin, 5 Februari 2024.

BANGLI, BALI EXPRESS- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli, Bali kembali menggelar kegiatan Bulan Bahasa Bali tahun ini.

Pembukaan Bulan Bahasa Bali VI itu bertempat di wantilan Desa Adat Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, Senin, 5 Februari 2024.

Bulan Bahasa Bali ini sebagai bentuk implementasi Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Selain itu, Bulan Bahasa Bali juga merujuk Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. 

Bulan Bahasa Bali tahun ini mengusung tema ‘Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga’ yang bermakna Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan bahasa, aksara dan sastra Bali sebagai sumber kebenaran, kebijaksanaan dan cinta kasih untuk memperkuat jati diri krama Bali.

Kepala Disparbud Bangli Wayan Sugiarta mengatakan kegiatan Bulan Bahasa Bali ini bertujuan untuk memberikan ruang untuk pelestarian dan menumbuh kembangkan aksara, sastra, dan bahasa Bali di tengah masyarakat.

Hal itu diwujudkan dalam lima lomba di antaranya lomba masatwa Bali yang diikuti Paiketan Krama Istri (PAKIS), lomba debat menggunakan bahasa Bali.  

Peserta debat bahasa Bali ini adalah siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Bangli.

Kemudian  lomba membaca lontar aksara Bali, lomba menulis aksara Bali tingkat Sekolah Dasar (SD) dan lomba menulis lontar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Kabupaten Bangli.

“Lomba-lomba tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Februari sampai dengan 7 Februari 2024,” ungkap Sugiarta.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam sambutannya dibacakan oleh Asisten I Setda Bangli Made Ary Pulasari menyampaikan bahwa Pemkab Bangli sangat memperhatikan pelestarian bahasa dan aksara Bali.

Salah wujud nyatanya dengan dengan menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali secara rutin setiap tahun.

Dengan mengambil tema ‘Jana Kerthi Dharma Sadhu Nuraga’, pihaknya berharap Bulan Bahasa Bali ini bisa dilaksanakan di berbagai tempat seperti desa adat, desa dinas, dan lembaga pendidikan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), perguruan tinggi dan lainnya.

Bulan Bahasa Bali disebut dasar pedoman masyarakat untuk menggunakan bahasa Bali pada kesehariannya.

"Mari kita jaga bahasa dan Aksara Bali agar semakin mendunia,” ajaknya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bulan bahasa bali #bangli #sastra bali