MANGUPURA, BALI EXPRESS – Kondisi Balai Budaya Giri Nata Mandala di Puspem Badung masih dalam keadaan rusak. Kerusakan ini terjadi pada ornamen berbahan bata merah yang ada di sebelah selatan gedung.
Meski terlihat adanya perbaikan namun kondisi ini belum tuntas hampir setahun lamanya.
Berdasarkan pemantauan, Selasa (6/2) masih terlihat jaring paranet dan scaffolding yang sepertinya digunakan untuk perbaikan. Selain itu di sisi utara gedung juga terlihat ada kerusakan. Seperti pada tangga yang berlubang pada akses masuk ke Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala.
Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, I Wayan Adi Arnawa saat dimintai keterangan enggan memberikan tanggapan secara detail. Namun, pihaknya meyakini bahwa tersebut dipastikan akan selesai. “Yaa pasti selesai (perbaikan), sudahlah (jangan dibahas)," ucap birokrat asal Desa Pecatu, Kuta Selatan sebelum meninggalkan awak media.
Pembangunan Balai Budaya Giri Nata Mandala ini sebelumnya dikerjakan oleh PT Tunas Jaya Sanur dengan anggaran sebesar Rp 360 miliar dan selesai pada akhir Agustus 2019. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Ida Bagus Surya Suamba, sebelummya menjelaskan bahwa rontoknya ornamen disebabkan oleh masalah pemasangan bata yang tidak baik. Namun tanggung jawab perbaikan masih berada pada rekanan, mengingat bangunan ini masih dalam masa pemeliharaan.
“Jadi masih tanggung jawab penyedia terkait jaminan konstruksi ini. Sehingga kami tidak mengeluarkan anggaran untuk perbaikannya lagi,” ujarnya.
Seperti diketahui, pembangunan Balai Budaya Giri Nata Mandala merupakan proyek mulltiyears yang diselesaikan tahun 2019. Pembangunan gedung ini didesain mampu menampung 2.500 penonton, menggunakan sound sytem 3000 watt merk dari Jerman, dan lampu dari Italia. Anggaran yang digunakan pun mencapai Rp 336 miliar. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana