Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Selamatkan Keponakan, Pelajar SMP di Buleleng Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai

Dian Suryantini • Jumat, 16 Februari 2024 | 03:42 WIB
TENGGELAM : Pencarian orang tenggelam di Pangkung Cangkang Soang, Desa Tigawasa, Buleleng.
TENGGELAM : Pencarian orang tenggelam di Pangkung Cangkang Soang, Desa Tigawasa, Buleleng.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seorang pelajar kelas II di SMPN 3 Banjar ditemukan meninggal dunia.

 

Pelajar yang diketahui bernama Ketut Aldiyasa itu meninggal lantaran tenggelam saat mandi di sungai, di Banjar Dinas Konci, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng.

 

 

Peristiwa itu terjadi Kamis (15/2) siang sekitar pukul 14.30 wita. Tenggelamnya Ketut Aldiyasa membuat geger warga setempat. Warga turut melakukan pencarian terhadap korban di sekitar sungai.

 

Koordinator Pos SAR Buleleng, Dudi Librana mengatakan, korban berusia 15 tahun. Lokasi tenggelamnya bocah tersebut adalah berupa kubangan yang biasa digunakan warga sekitar untuk mandi. Sebanyak 7 personil dikerahkan untuk melakukan pencarian di kawasan sungai Pangkung Cangkang Soang. Setelah melakukan pencarian selama 30 menit korban berhasil ditemukan.

 

“Target ditemukan di kedalaman kurang lebih 3 meter di lokasi titik kejadian. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah duka,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/2) sore.

 

Baca Juga: Kajati Bali Sidak ke Kejari Gianyar, Ada Satu Kasus Tindak Pidana Pemilu

Dari informasi yang didapatkan, Pangkung Cangkang Soang berada di medan yang curam. Akses hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki sejauh 600 meter dan tidak terjangkau jaringan internet alias blank spot.

 

Dikonfirmasi terpisah, Perbekel Desa Tigawasa, Made Sudarmayasa mengatakan, Ketut Aldiyasa pergi ke sungai itu saat pulang sekolah. Ia bersama tiga temannya. Salah satu dari tiga temannya itu adalah keponakan Aldi yang usianya sebaya dengannya. Saat mandi di pinggir sungai, keponakannya terpeleset lalu jatuh ke dalam sungai dan hampir tenggelam. Melihat kondisi itu Aldi tanpa pikir panjang langsung terjun ke sungai menolong keponakannya itu. Sayangnya, justru nyawa Aldi yang tidak tertolong.

 

 

“Kemungkinan Ketut Aldi ini tidak bisa berenang. Tapi karena keponakannya itu hampir tenggelam, dia langsung selamatkan. Tapi justru dia yang jadinya tenggelam,” ujarnya.

 

Mengetahui Ketut Aldiyasa tidak kunjung muncul ke permukaan setelah menolong sang keponakan, mereka pun panik. Ketiga temannya itu segera meminta pertolongan. Mereka berjumpa dengan Ketut Parmayasa yang saat itu berada di permandian dekat sungai. Permintaan pertolongan kepada warga pun dilakukan untuk mencari Ketut Aldi. 

 

“Begitu berhasil menyelamatkan keponakannya itu, dia tidak muncul-muncul dari sungai. Lalu dua temannya keluar mencari pertolongan, sementara keponakannya tetap berada di sungai menunggu Aldi,” ungkapnya.

 

 

Beruntung dalam waktu singkat Ketut Aldiyasa dapat ditemukan. Sayangnya, ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara tiga orang kawan Aldi dalam kondisi sehat dan syok terhadap kejadian itu.

 

“Astungkara mereka sehat. Tapi mungkin masih kaget dengan kejadian itu. Mereka masih anak-anak,” kata dia.

 

Jenazah Ketut Aldiyasa rencananya akan dimakamkan, Jumat (16/2) siang di Setra Desa Tigawasa. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #selamatkan #pelajar #tenggelam #keponakan #meninggal dunia #buleleng