MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Badung bakal digelar November 2024. Hingga kini telah ada beberapa kandidat yang digadang-gadang bakal manu sebagai Calon Bupati Badung.
Salah satunya adalah I Wayan Adi Arnawa yang kini masih menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung.
Bahkan dukungan kepada Adi Arnawa pun mulai terlihat. Hal ini ditunjukkan oleh adanya relawan Adi Braya yang bermunculan. Salah satunya dibuktikan dengan adanya pemasangan baliho Relawan Adi Braya.
Ditemui Senin (4/3), Sekda Adi Arnawa menerangkan, munculnya dukungan tersebut merupakan aspirasi dari masyarakat terhadap beberapa orang yang dianggap cocok. “Jadi itu merupakan cerminan aspirasi masyarakat. Mungkin ada beberapa orang atau tokoh masyarakat yang dianggap layak," ujarnya.
Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini pun menyatakan, apirasi yang muncul dari masyarakat sah-sah saja. Hanya saja pihaknya meminta, jangan sangan sampai eforia pilkada membuat situasi tidak kondusif.
"Jadi kita harus tetap menjaga keamanan kenyamanan di masyarakat. Jangan sampai karena eforia pilkada ini, ada gontok-gontokan di masyarakat," jelasnya sembari mengatakan jangan sampai ada kelompok ditengah pemerintah menjaga ketertiban di masyarakat.
Disinggung terkait adanya partai politik yang sudah mendekat, Adi Arnawa pun mengaku belum berfikir sejauh itu. Bahkan dirinya mengaku fokus untuk membantu Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa dan perangkat daerah untuk melaksanakan tugas.
"Apalagi, semakin hari semakin banyak tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Sebagai pimpinan birokrasi di Badung ini tentu kami harus mengkordinir, seperti sekarang kita rapat koordinasi dalam rangka membersiapkan diri untuk kabupaten anti korupsi,” terang mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Badung.
Sedangkan ditanya terkait kesiapanya secara pribadi, pihaknya enggan berkomentar lebih banyak. Namun ia sangat berterimakasi dengan aspirasi masyarakat yang sudah menyampaikan hal tersebut.
Pihaknya juga menegaskan Relawan Adi Braya merupakan spontanitas masyarakat. “Itu kan kan masyarakat, yang jelas saya kan tidak mobilisasi,” tegasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana