JEMBRANA, BALI EXPRESS - Sebuah gudang distributor makanan ringan yang berlokasi di Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali dibobol maling.
Peristiwa itu diketahui salah seorang karyawan pertamakali pada Senin (4/3) pagi sekitar pukul 6.30 Wita.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Agus Riwayanto Diputra saat dikonfirmasi membenarkan terkait kasus pembobolan gudang distributor barang tersebut. Ia menyebutkan jika pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan. “Benar, saat ini kami sedang lidik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa anggotanya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi untuk mengungkap kasus itu. “Kami masih dalami dulu di lapangan. Nanti kami infokan kembali,” pungkasnya.
Sementara itu dari keterangan salah seorang saksi bernama Wayan Tama,60 menuturkan bahwa sesaat sebelum terungkap, dirinya seperti biasa datang ke gudang untuk melakukan pembersihan dan memotong rumput di areal gudang.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan teriakan salah seorang petugas kasir lantaran berangkas di dalam kantor sudah terbuka. “Saat itu sekitar pukul 6.30 Wita, Saya sedang memotong rumput. Kemudian dipanggil oleh kasir, saat saya lihat sudah berantakan (berangkas). Selain itu tembok gudang bagian timur juga sudah berlubang,” terangnya.
Tama juga menjelaskan bahwa sehari sebelumnya yakni pada Minggu (4/3) sore ia sempat mencari rumput untuk pakan ternak disawah yang lokasinya disebelah timur gudang. Saat itu ia mengaku tidak melihat adanya lubang tersebut.
“Kemarin sore saya mencari pakan ternak dan tidak melihat ada lubang ini. Jadi kemungkinan kejadiannya pas di malam hari kemarin," imbuhnya.
Baca Juga: Bagikan Dividen 50 Persen, BNI Optimistis Kinerja Semakin Positif pada 2024
Sementara itu Supervisor Sales CV. Sumber Jasa Mohamad Sururi menjelaskan bahwa peristiwa pencurian itu diketahui pertama kali oleh kasir yang masuk untuk persiapan jadwal pengiriman.
Kasir itu tiba-tiba melihat keadaan brangkas yang posisinya sudah bergeser. “Saat dilihat sudah ada bekas dicongkel pada berangkas. Selain itu berangkas yang besar dan berat itu juga posisinya berubah, kemungkinan agar leluasa," paparnya.
Suriri juga menjelaskan, data sementara barang yang hilang yang ada di dalam brankas kantor itu berupa uang tunai yang ada di dalam berangkas. Uang tersebut merupakan uang setoran selama dua hari yang rencananya akan di setor pada hari ini.
"Itu uang setoran penjualan pada hari Jumat dan Sabtu yang biasanya di setor pada hari Senin. Hari Minggu memang kami tutup. Uang yang ada di dalam berangkas itu sekitar Rp 140 juta," pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana