SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dua perahu secara bergiliran menepi. Beberapa nelayan telah siaga di tepi pantai.
Nelayan-nelayan itu lalu mengambil keranjang ikan dari perahu. Ikan-ikan itu diambil dari Keramba Tancap Laut (KTL) yang dikembangkan di pesisir Pantai Happy, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Baca Juga: Dua Bulan, Polres Buleleng Ringkus Lima Pengguna Narkoba
Ikan yang ditebar adalah ikan bandeng.
Pada Senin (4/3) pagi, ikan-ikan yang ada di KTL itu dipanen. Ada 5 keramba yang dikembangkan.
Dari keramba-keramba tersebut, didapatkan hasil sejumlah 20 ton ikan bandeng.
Hasil panen itu langsung dikoordinasikan untuk dikirim ke Surabaya dan selanjutnya disalurkan ke pasar luar negeri.
Meddy Davros, Pengusaha Bandeng di Desa Patas mengatakan, Keramba Tancap Laut ini adalah salah satu metode pengembangan bandeng di tengah laut.
Proyek ini dikerjakan bersama Kodim 1609/Buleleng. KTL ini disebut sebagai Pilot Project pengembangan bandeng di tengah laut.
Bandeng yang saat ini dipanen merupakan benih yang ditebar sejak 5 bulan lalu.
“Ini juga untuk langkah ketahanan pangan di Buleleng. Selain itu perputaran ekonomi berjalan dengan keterlibatan nelayan sekitar desa,” ujarnya.
Baca Juga: Empat Caleg Incumbent Tumbang, Kursi Nasdem di DPRD Tabanan Punah
Bandeng yang dikembangkan di Keramba Tancap Laut itu disebut sebagai bandeng super premium.
Hasil panennya pun sangat layak untuk diekspor. Pun dari segi rasa, bandeng yang dikembangkan di laut lebih enak dan aromanya tidak terlalu amis.
“Yang di laut tidak bau tanah seperti yang di tambak dan kualitasnya sangat premium,” kata dia.
Pengembangan Keramba Tancap Laut itu juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat pesisir.
Dengan penyerapan hasil panen yang berkelanjutan, perekonomian masyarakat pesisir juga terdampak.
“Di Buleleng kami harap ini dapat dilanjutkan dengan keterlibatan nelayan di Buleleng. Dengan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir,” ungkap Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, saat meninjau panen perdana ikan bandeng dari Keramba Tancap Laut.
Baca Juga: Nekat! Bobol Gudang dan Brankas, Maling Bawa Kabur Uang Ratusan Juta di Jembrana
Dengan kandungan omega yang tinggi, bandeng juga dapat berkontribusi sebagai pondasi kokoh ketahanan pangan di Buleleng.
Hasil panen bandeng juga diharapkan dapat diolah menjadi produk olahan, sehingga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas Buleleng. Jika berjalan lancar maka perputaran ekonomi paska panen juga terjaga.
“Ketahanan pangan ini adalah tanggungjawab bersama. Untuk branding bandeng kami akan diskusikan kembali seperti apa baiknya,” imbuhnya.
Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya, Denpasar, Brigjen TNI Ida Bagus Ketut Surya mengatakan, keterlibatan TNI dalam pengembangan bandeng di keramba tancap laut itu merupakan sinergi dengan pihak terkait untuk mengatasi ketahanan pangan.
Baca Juga: Dua Pendaki Gunung Batukaru yang Tersesat Berhasil Ditemukan, Begini Kondisinya
“Dan kami TNI kepentingannya untuk masyarakat. Bukan untuk organisasi. Tidak hanya bandeng, tapi ada juga yang tanam cabai atau jagung. Sehingga yang kami lakukan ini ada dampak positif bagi warga,” ungkapnya. (dhi)
Editor : Wiwin Meliana