JEMBRANA, BALI EXPRESS - Sebanyak 15 ogoh-ogoh memeriahkan Masikian Festival "Abitah Yowana Catha" lomba ogoh-ogoh se-Kabupaten Jembrana tahun 2024.
Ogoh-ogoh itu pun mulai dipamerkan di areal Gedung Kesenian DR Ir Soekarno, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, sejak Selasa 5 Maret 2024.
Berbeda dari festival ogoh-ogoh di Kabupaten Jembrana tahun lalu, kali ini lomba ogoh-ogoh dilakukan dengan memamerkan ogoh-ogoh yang mendapat nominasi tiga besar dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana.
"Di sini ada sebanyak 15 ogoh-ogoh, karena ada 5 Kecamatan. Untuk tahun ini kami hanya pameran dan mudah-mudahan di tahun depan nanti kami bisa ada pengarakan atau parade," ungkap Ketua Manggala Pasikian Yowana MDA Kabupaten Jembrana I Putu Feri Priyandana.
Pihaknya juga menjelaskan teknis dalam perlombaan, di mana sebelumnya sudah dilakukan penilaian dari panitia Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana untuk menyeleksi 5 terbaik dari masing-masing kecamatan.
"Nah, dari 5 terbaik itu diseleksi lagi oleh tim juri kabupaten, sehingga mendapatkan 3 nominasi terbaik. Dan 3 nominasi terbaik per kecamatan itu kami pajang di festival," jelasnya.
Dalam penilaian, ada tiga hal yang akan menjadi fokus tim juri. Pertama, komposisi dengan nilai 40 persen.
Kedua adalah konsep dengan nilai 30 persen, dan ketiga adalah hiasan-hiasan ornamentasi dengan nilai 30 persen.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah ogoh-ogoh berjudul "NYAPA ADI AKU" yang dibuat oleh Kadek Agus Wiliar Sutarjaya,27 dari STT Satya Dharma Kerthi, Banjar Cempaka, Desa Pangyangan, Pekutatan.
Ogoh-ogoh ini telah dibuat selama 3 bulan dengan menggunakan berbagai bahan seperti koran, bambu, clay, dan lainnya dengan biaya pembuatan sekitar Rp40 juta.
Pihaknya mengungkapkan bahwa konsep lomba ogoh-ogoh kali ini sangat diterima dengan baik, terutama karena mengurangi biaya untuk pengarakan, namun tetap memberikan apresiasi yang besar dari masyarakat.
"Kalau dari saya konsepnya, karena kan yang namanya lomba ogoh-ogoh kayak di Denpasar lebih bagus kami seperti ini, dan apresiasi lebih besar dari masyarakat. Untuk waktu 3 hari itu sudah cukup sih," pungkasnya. (*)
Editor : I Made Mertawan