BALI EXPRESS - Hari Raya Pengerupukan adalah perayaan Hindu di Bali yang menandai permulaan dari upacara Nyepi.
Pada Hari Raya Pengerupukan, umat Hindu melakukan ritual membersihkan diri dari energi negatif dengan melakukan pengerupukan atau pembakaran.
Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang dibuat dari bahan ringan seperti bambu dan kertas, yang melambangkan roh jahat.
Mereka diparadekan sebelum pengerupukan untuk mengusir roh jahat dari lingkungan.
Sedangkan Hari Raya Nyepi adalah hari keheningan di Bali, di mana umat Hindu melakukan puasa, tidak melakukan aktivitas apapun, termasuk tidak keluar rumah, tidak menggunakan listrik, dan tidak menghidupkan api. Ini adalah hari untuk introspeksi, meditasi, dan menyucikan diri.
Berikut adalah beberapa tips untuk menonton ogoh-ogoh saat hari pengerupukan di Bali:
1. Datanglah lebih awal: Karena acara ini sangat populer, lebih baik datang lebih awal untuk mendapatkan tempat yang baik untuk menonton tanpa terlalu banyak kerumunan.
2. Kenakan pakaian yang nyaman: Pastikan Anda mengenakan pakaian yang nyaman dan cocok untuk berdiri atau duduk dalam waktu yang lama.
3. Bawa air minum: Karena acara ini dapat berlangsung beberapa jam, penting untuk membawa air minum agar tetap terhidrasi.
4. Perhatikan keselamatan: Jagalah keselamatan Anda dan hindari berada terlalu dekat dengan ogoh-ogoh yang sedang bergerak. Ikuti petunjuk dari petugas keamanan.
5. Bawa kamera: Jangan lupa untuk membawa kamera atau smartphone Anda untuk mengabadikan momen-momen yang tak terlupakan.
6. Hormati budaya lokal: Sambil menikmati acara ini, ingatlah untuk menghormati budaya dan tradisi lokal. Jangan mengganggu upacara atau mengganggu peserta lainnya.
7. Bersiaplah untuk keramaian: Acara ini dapat sangat ramai, jadi bersiaplah untuk keramaian dan mungkin terjebak dalam kerumunan orang.
8. Bersenang-senang: Nikmati momen ini dan biarkan diri Anda terbawa oleh keindahan dan kegembiraan acara ogoh-ogoh. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana