BALI EXPRESS - Pada tahun 2024, Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia siap membuka Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan rencana yang lebih cepat dari tahun sebelumnya.
Kabar menarik datang dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Abdullah Azwar Anas, yang secara langsung mengumumkan bahwa formasi penyuluh agama akan menjadi fokus utama PPPK Kemenag 2024 dengan target penyelesaian 100 persen.
Dalam pernyataannya yang menarik perhatian pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama di Semarang, Jawa Tengah, Azwar Anas memastikan penyelesaian formasi penyuluh agama, penghulu, dan PPPK di Kemenag.
"Mengenai pemenuhan formasi penyuluh agama, kami akan menyelesaikannya pada tahun 2024. Kami berkomitmen untuk mencapai target 100 persen," ujarnya dengan tegas.
Selain itu, Kemenpan RB juga akan meninjau usulan formasi PPPK Kemenag 2024, dengan Azwar Anas menyatakan kesiapannya untuk mengakomodir kebutuhan yang mendesak, terutama dalam hal penghulu dan PPPK.
Sebagai tambahan, Azwar Anas menggarisbawahi peran penting Kemenag dalam mendukung Reformasi Birokrasi Tematik (RB Tematik) dengan melibatkan tokoh dan penyuluh agama sebagai agen perubahan yang dapat mendukung program prioritas pembangunan.
Dalam konteks ini, Kepala Biro Kepegawaian Setjen Kemenag RI, Wawan Djunaedi, juga menyoroti pentingnya kestabilan pegawai PPPK.
Khususnya dalam formasi penyuluh dan guru, dengan menekankan bahwa pengangkatan setelah tahun 2019 mengharuskan pegawai tersebut untuk tetap bertahan minimal selama 10 tahun.
Selain itu, ia juga menegaskan perlunya kompetensi ASN dalam menjalankan tugasnya, yang meliputi kompetensi manajerial, sosial-kultural, dan teknis.
Wawan Djunaedi juga menekankan pentingnya nilai-nilai AKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, serta Kolaboratif) bagi ASN Kemenag.
Demikianlah gambaran mengenai pembukaan seleksi PPPK Kemenag 2024 yang menarik perhatian, dengan sorotan khusus pada penyelesaian formasi penyuluh agama yang menjadi prioritas utama.***