DENPASAR, BALI EXPRESS - Seorang anak berinisial GG, 17, menjadi korban tindak kekerasan yang diduga dilakukan tetangga berinisial JT.
Tindakan kekerasan terhadap GG diduga dilakukan rumahnya sendiri, kawasan Denpasar, Bali, saat Hari Raya Nyepi, Senin (11/3).
GG yang merupakan anak yatim piatu tersebut dipukuli, diancam akan ditusuk dan dibakar rumahnya.
Anak itu dipukuli hingga mengalami gigi lepas, mulut berdarah dan sakit pada rahang.
Tak hanya itu, JT memukul speedometer motor korban dan menendang bagian sayap depan kendaraan itu sampai pecah.
Hal itu tentu membuat GG tidak tenang. Apalagi, anak yatim tersebut hanya tinggal bersama dua adik perempuannya yang masih kecil berusia 9 dan 12 tahun.
Kasus ini viral dibeberkan oleh Ketua Yayasan Kesatria Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya, mengingat kedua orang tua mereka sudah meninggal dunia.
"Ini anak masih di bawah umur, yang tidak punya orang tua, adik-adiknya sampai ketakutan menangis melihat kakaknya diperlakukan seperti itu,” papar Ismaya.
“Korban putus sekolah karena harus mengurus adik-adiknya tanpa orang tua, punya paman tapi jauh, beginilah kondisi nyama (saudara) Hindu Bali," ucapnya.
“Dia meminta perlindungan hukum kepada kami karena ada kasus dia dipukul oleh tetangga saat Nyepi," ungkap Ismaya melalui live di akun Facebook miliknya, Senin (18/3).
Ismaya mengaku siap menjaga dan melindungi GG, serta membela jika kasus ini benar.
Korban juga memberikan kuasa kepada Ketua PBH Keris Bali Nyoman Agung Sariawan untuk menangani perkara ini. (*)
Editor : Nyoman Suarna