Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Antisipasi ASF Merebak, Distan Klungkung Waspadai Lalu Lintas Ternak

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 20 Maret 2024 | 21:27 WIB
ASF : Kandang babi milik peternak di Klungkung.
ASF : Kandang babi milik peternak di Klungkung.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS - Kabar mengenai merebaknya wabah virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di Kabupaten Karangasem telah menimbulkan kekhawatiran bagi peternak di Klungkung.

Hal ini tidak lepas dari adanya laporan mengenai kematian babi akibat penyakit sebelumnya yang juga terjadi di wilayah tersebut.


Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gde Juanida, menjelaskan bahwa kejadian kematian babi di salah satu peternak di Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, terjadi dua kali. Pada awal bulan Februari 2024, indukan babi tersebut meninggal saat melahirkan, diikuti dengan kematian dua ekor babi pada pertengahan hingga akhir bulan yang sama.


"Kematian babi milik peternak ini terjadi dalam rentang waktu dua setengah minggu, dimulai dari jenis babi potong yang mengalami sakit," ujar Juanida kepada detikBali, Selasa (19/3).


Juanida melanjutkan bahwa peternak tersebut kemudian mendapat pemantauan khusus setelah adanya insiden tersebut. Pada awal Maret 2024, tiga ekor babi diketahui sakit namun berhasil disembuhkan dengan obat yang diberikan.


"Kami belum dapat memastikan apakah kematian tersebut disebabkan oleh ASF atau penyakit lainnya karena tidak ada sampel yang diperoleh untuk dilakukan uji laboratorium. Pemilik hanya melaporkan kejadian ini kepada petugas yang melakukan pemantauan hewan ternak, dan kami berharap bukan ASF," jelasnya.


Dijelaskan bahwa petugas kesehatan hewan (keswan) Distan Klungkung saat ini terus berupaya melakukan pemantauan terhadap hewan ternak warga, termasuk babi, sapi, dan ternak lainnya.

 

Selama kunjungan, petugas memberikan sosialisasi tentang kebersihan kandang dan mengingatkan untuk segera melaporkan jika ada kematian babi mendadak, sementara juga memberikan bantuan antiseptik.

Baca Juga: BRI Group Buka Pendaftaran Mudik Asyik Bersama BUMN 2024 untuk 6.441 Orang


"Dalam satu minggu terakhir, kami telah melakukan surveilans dan sosialisasi ke sejumlah peternak babi, berupaya untuk meningkatkan kesadaran peternak dalam meningkatkan biosekuriti dengan melakukan desinfeksi kandang dan meningkatkan kewaspadaan dalam lalu-lintas ternak," tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #lalu lintas #babi #merebak #ternak #klungkung #ASF