DENPASAR, BALI EXPRESS - Malang nasib pelajar berinisial PAP, 12. Bocah itu tenggelam di Sungai Jalan Taman Pancing Timur, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, pada Sabtu, 23 Maret 2024 sore.
Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), korban terseret arus sungai saat bermain bersama teman-temannya, lalu tenggelam.
Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan korban tenggelam itu. Korban terseret arus saat bermain.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial MA, 54, awalnya pria itu sedang ada di warung kawasan Glogor Carik, Pemogan, sekitar pukul 15.30.
Kemudian, saksi mendapat telepon dari temannya yang menginformasikan bahwa ada orang tenggelam di Sungai Taman Pancing.
"Saksi segera ke tempat kejadian perkara setelah mendapat informasi," ujar Sukadi, Minggu, 24 Maret 2024.
Saksi pun langsung ikut terjun mencari korban kelahiran Tabanan itu. Kejadian tersebut menghebohkan warga sekitar hingga memadati area korban tenggelam.
"Korban yang dicari menggunakan celana pendek dan tidak memakai baju, saksi menjelaskan kedalaman sungai sekitar 3 sampai 4 meter," tambahnya.
Berselang beberapa saat kemudian, bocah yang beralamat di Jalan Glogor Carik, tersebut akhirnya ditemukan.
Baca Juga: Pura Luhur Taksu Agung: Tempat Memohon Karisma dan Kewibawaan
Namun kondisinya sudah tidak sadarkan diri. Lalu, warga mengangkat tubuhnya ke bantaran sungai.
Saksi sempat mengecek nadi di leher PAP, tetapi tidak berdenyut. Saat badannya dibalik, terlihat dari mulut korban keluar buih dan darah.
Bocah itu lantas diserahkan kepada ibu kandungnya dan bergegas dibawa ke rumah sakit (RS) menggunakan mobil pikap.
Sayangnya, sesampainya di RS dan dilakukan pemeriksaan, PAP dinyatakan sudah meninggal dunia.
Editor : I Made Mertawan