KARANGASEM, BALI EXPRESS- Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, masineb pada 14 April 2024.
Artinya, masih ada kesempatan bagi umat Hindu, baik di Bali maupun di luar Pulau Bali untuk nangkil ke Pura Agung Besakih bertepatan dengan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.
Namun sebelum itu, perhatikan beberapa hal agar persembahyangan di Pura Agung Besakih berjalan lancar.
Berdasarkan informasi yang dirangkum Bali Express (Jawa Pos Group), sedikitnya ada 4 hal yang ditekankan Ketua Ketua Panitia Karya Jero Mangku Widiartha untuk para pamedek.
- Patuhi arahan petugas
Arahan petugas yang dimaksud Mangku Widiartha ini adalah soal lalu lalu lintas. Seperti diketahui, setiap Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, kepadatan arus lalu lintas tidak bisa dihindari.
Oleh karena itu, petugas kepolisian bersama pihak terkait lainnya melakukan rekayasa lalu lintas.
Tujuannya jelas agar lalu lintas berjalan lancar, maka saran Mangku Wiadiartha, pamedek mesti menaati hal itu.
Terlebih pihaknya telah memasang banner petunjuk arah menuju Pura Agung Besakih.
"Kalau benner undangan, pengayah, maupun sulinggih bisa menggunakan parkir di sekitar Penataran Agung," jelasnya.
- Jangan buang canang yang telah dihaturkan secara sembarangan.
Tak kalah penting dengan imbauan untuk mematuhi arahan petugas, imbauan tidak membuang canang sembarangan ini juga sangat penting demi menjaga kebersihan areal pura.
Untuk lebih amannya, Mangku Widiartha meminta pamedek untuk membawa kembali pulang canang usai persembahyangan.
“Canang yang dibawa pulang jangan dibuang di jalan," pesan pria yang juga Bendesa Adat Besakih ini.
- Jangan gunakan pembungkus dari plastik
Tidak menggunakan pembungkus dari plastik ini tidak sekadar pesan dari panitia, namun juga ada surat edaran yang dikeluarkan Pj. Gubernur Bali yang telah terbit tahun 2024.
- Sembahyang gunakan bunga warna-warni, bukan canang
Pamedek diharapkan untuk menggunakan bunga warna-warni yang telah dibawa dari rumah masing-masing untuk sembahyang di Pura Agung Besakih.
"Kalau canang itu digunakan untuk mabakti, itu kan berisi porosan, dan lainnya. Gunakanlah bunga warna-warni," jelas Widiartha. (*)
Editor : I Made Mertawan