SINGARAJA, BALI EXPRESS - Video Ni Putu Anita Sovia Veronia, penari Teruna Jaya dari Sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma Jagaraga, Buleleng viral di media sosial.
Hal itu terjadi gegara Anita Sovia Veronia bersama sekee Gong Legendaris Jaya Kusuma Jagaraga, Buleleng batal pentas saat HUT Kota Singaraja.
Video tersebut telah dibagikan oleh banyak akun media sosial. Dalam video itu, Nita berkomentar dengan Bahasa Bali khas Buleleng.
“Naskeleng amah be geden-gedengang Nani panitiane NE. Viralang kone HUT Kota Singaraja sing karuan ntek. Anak band barungange guys. Sing gong mebarung. Mani-mani orain panitiane be, amen ngae acara jeg band deretang 5 hari, de ngedengang gong a, b, c, d.”
(Bang***t makan sudah itu. Viralkan, HUT Kota Singaraja tidak karuan. Yang dilakukan parade band, bukan parade gong. Besok-besok kalau buat acara silahkan band saja tampilkan 5 hari. Jangan menampilkan gong a, b, c, d).
Saat itu Nita mengaku emosi dan marah. Ia tidak dapat mengontrol emosinya.
“Bukan saya yang memviralkan. Video itu ada, mungkin ada beberapa seniman lain juga yang merasa kecewa akan kejadian itu,” tuturnya.
“Itu juga diluar kendali kami. Mungkin karena sudah terbawa emosi, kami tidak bisa menahan emosi yang lain juga. Namanya emosi sesaat tidak ada yang bisa kontrol,” ungkap Nita.
Tidak ada hal lain yang diharapkan. Nita hanya mengharapkan apresiasi dari pemerintah ketika sekeenya diundang.
Begitu juga dengan seniman lainnya, mereka berharap agar diberikan ruang yang setara.
“Kami menampilkan kesenian tulus dari hati kami. Tidak mengharapkan hal lain. Hanya ingin diapresiasi sebagaimana mestinya,” akunya.
“Kami sebagai pelaku seni tetap dipandang baik. Dalam artian, baik itu di desa sendiri, kabupaten sendiri maupun di luar,” kata Nita.
Ia menyebut bahwa seni itu yang membawa nama Bali, khususnya Buleleng, ke luar negeri.
Diakui, bukan hanya Nita yang kecewa dan marah, seluruh penari dan penabuh merasakan hal yang sama.
Namun, yang paling disoroti adalah Nita, lantaran komentarnya mengenai penampilan sekee gong kebyar yang batal tampil viral.
Editor : Nyoman Suarna