Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AMOR ING ACINTYA! Kisah Menyedihkan dari Bali: Lansia Pekak Nayok Ditemukan Meninggal di Kebun, Begini Kronologinya

IGA Kusuma Yoni • Rabu, 3 April 2024 | 18:16 WIB
Lokasi temuan kerangka Pekak Nayok di kebun kopinya di Banjar Tamansari Desa Pujungan Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali.
Lokasi temuan kerangka Pekak Nayok di kebun kopinya di Banjar Tamansari Desa Pujungan Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali.

TABANAN, BALI EXPRESS - Kisah sedih datang dari Banjar Tamansari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

Ketut Wirata, yang dikenal sebagai Pekak Nayok, seorang lansia berusia 71 tahun, ditemukan meninggal dunia oleh keluarganya di dekat pondok kebunnya pada Selasa (2/4) siang.

Menurut Kapolsek Pupuan, AKP I Nyoman Sudiarba, kerangka Pekak Nayok ditemukan oleh seorang kerabat bernama I Nengah Nurata setelah beberapa bulan tidak terlihat.

Keluarga telah melakukan pencarian intensif sebelumnya, mengira bahwa Pekak Nayok masih tinggal di pondok kebunnya.

"Pencarian telah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Keluarga prihatin karena Pekak Nayok tidak terlihat selama beberapa bulan terakhir dan mengira dia masih berada di pondok kebun," jelasnya Rabu (3/4).

Setelah pencarian yang intensif, pada Selasa (2/3) sekitar pukul 10.30 Wita, kerangka Pekak Nayok ditemukan di dekat pondok kebun kopi miliknya di Tamansari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan oleh I Nengah Nurata dan beberapa kerabat lainnya.

I Nengah Nurata kemudian melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Pupuan untuk proses lebih lanjut.

Petugas dari Polsek Pupuan bersama tim inafis Polres Tabanan dan petugas medis dari Puskesmas Pupuan I langsung turun ke lokasi.

"Kerangka korban ditemukan dalam posisi telentang. Di sekitar lokasi, ditemukan barang-barang pribadi korban seperti kaca mata, tas selempang, ikat plastik kantong, jam tangan, baju Jersey warna hijau stabilo, dan jaket warna hitam," tambahnya.

AKP Sudiarba juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga, Pekak Nayok memiliki riwayat hipertensi dan penyakit jantung.

Diduga, penyakit tersebut kambuh saat dia berada di kebun dan menyebabkan kejadian tersebut.

"Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. Kerangka korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk upacara selanjutnya," tambahnya.

Kronologi Kejadian:

Baca Juga: Tidak Terlihat Selama Beberapa Bulan, Kerangka Pekak Nayok Ditemukan di Kebun Kopi

Kondisi Korban:

Dugaan Penyebab Kematian:

Tindakan Keluarga:

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kebun kopi #pupuan #Kerangka #tabanan