Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kabupaten Klungkung Perkenalkan Inovasi Kluster Unggulan Rumput Laut

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 3 April 2024 | 20:45 WIB
UNGGULAN : Kabupaten Klungkung memperkenalkan inovasi kluster unggulan rumput laut.
UNGGULAN : Kabupaten Klungkung memperkenalkan inovasi kluster unggulan rumput laut.

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Sebagai salah satu daerah penghasil rumput laut, Kabupaten Klungkung memperkenalkan inovasi kluster unggulan rumput laut sebagai bagian dari partisipasinya dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2024, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/BAPPENAS) Republik Indonesia.


Inovasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan komoditas rumput laut secara berkelanjutan, guna mendukung perkembangan industri pariwisata yang tengah pesat di Nusa Penida.


I Ketut Budiarta selaku Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Klungkung, menjelaskan bahwa inovasi ini mengintegrasikan pengembangan produk unggulan rumput laut dengan pengembangan destinasi pariwisata.


“Hal ini bertujuan untuk menciptakan rantai pasokan rumput laut dan produk olahannya guna mendukung terciptanya destinasi wisata rumput laut di Kepulauan Nusa Penida,” ujarnya Rabu (3/4).


Ditambahkannya bahwa inovasi ini bertujuan untuk mengatasi ketimpangan pendapatan antara sektor perikanan dan pariwisata di Nusa Penida. Sebelumnya, sebagian besar penduduk Nusa Penida, terutama nelayan, menghadapi ketidakpastian pendapatan, terutama selama pandemi COVID-19 yang mengakibatkan penurunan pariwisata.


Meskipun demikian, potensi pengembangan rumput laut di Nusa Penida tetap dianggap menjanjikan.


“Rumput laut telah terbukti sebagai alternatif mata pencaharian yang signifikan bagi masyarakat setempat yang kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata akibat pandemi,” lanjutnya.


Namun, petani rumput laut sering menghadapi masalah seperti fluktuasi harga dan hama. Oleh karena itu, diperlukan inovasi yang meningkatkan akses terhadap produk rumput laut di Nusa Penida melalui pengembangan destinasi pariwisata.


Menurut Budiarta, dengan menghubungkan sektor perikanan dan pariwisata melalui pengembangan produk unggulan rumput laut, dapat mendukung perkembangan ekonomi biru dan mengurangi kemiskinan di kawasan perdesaan Nusa Penida.

Baca Juga: Gempa Taiwan Mw7,4: Klarifikasi BMKG Soal Dampaknya Terhadap Indonesia


“Inovasi tersebut mencakup penciptaan rantai pasokan produksi rumput laut dan produk olahannya dari hulu hingga hilir, dengan memberdayakan masyarakat, khususnya kaum wanita, melalui produk olahan rumput laut untuk meningkatkan nilai tambah produksi,” papar Budiarta.


Proses inovasi ini telah dimulai sejak tahun 2020, melalui pelatihan, pendampingan, penetapan kampung budidaya rumput laut, perencanaan destinasi wisata, dan pemberian bantuan sarana produksi. Hasilnya, produksi rumput laut berhasil meningkat menjadi lebih dari 11 ribu ton pada tahun 2021, dan lebih dari 15 ribu ton pada tahun 2023.


Selain itu, muncul pula produk-produk olahan rumput laut seperti kerupuk oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Segara di Desa Suana, serta sabun cuci piring dan sabun cuci tangan berbahan dasar rumput laut oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Wisu di Desa Jungutbatu. “Produk-produk tersebut juga berhasil dipasarkan ke hotel dan restoran di Nusa Penida,” tandasnya.


Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023, jumlah produksi rumput laut mencapai 15.468,525 ton, yang dihasilkan oleh 1.066 petani rumput laut.


Sehingga inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal di Nusa Penida, serta memberikan kontribusi positif dalam upaya pemberantasan kemiskinan di kawasan tersebut. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#rumput laut #pariwisata #INDUSTRI #klungkung #BRIDA #nusa penida