SINGARAJA, BALI EXPRESS - Penutupan HUT Kota Singaraja ke-420 diwarnai kekecewaan para pecinta seni di Buleleng, Bali. Pertunjukan mebarung gong kebyar legendaris yang dinanti-nanti, antara Sekaa Gong Kebyar Jaya Kusuma Desa Jagaraga dan Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya Banjar Paketan, batal terlaksana.
- Kekecewaan seniman terhadap perlakuan panitia yang dianggap kurang pantas.
- Kurangnya perhatian terhadap seniman tradisi dan seniman lingsir.
- Ada Sejarah tahun 1951 yang gagal terulang
Persiapan:
- Sekaa Gong Kebyar Jaya Kusuma nedunang gong duwe dan menampilkan adegan maestro Gde Manik.
- Sekaa Gong Kebyar Eka Wakya nedunang gong duwe dari Pura Pengaruman.
Kekecewaan Penonton:
- Penonton, termasuk Made Wirtana, penerima Anugerah Wija Kusuma, kecewa karena tidak bisa menyaksikan mebarung yang dinanti-nanti.
- Wirtana berharap masih ada kesempatan untuk melihat mebarung kedua sekaa di masa depan.
Sejarah Mebarung Kedua Sekaa:
- Terakhir kali kedua sekaa mebarung pada tahun 1951 di alun-alun Buleleng.
- Pertunjukan mebarung selalu menarik perhatian dan menjadi magnet bagi pecinta seni di Buleleng.
Editor : I Putu Suyatra