KARANGASEM, BALI EXPRESS - Bagi para pemedek yang ingin melakukan persembahyangan di Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali, ada kabar gembira nih!
Mulai Kamis (4/4), Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih menyediakan shuttle bus gratis untuk mengantarkan pamedek dari Manik Mas sampai Margi Agung.
Sebelumnya, shuttle bus ini dikenakan biaya Rp 20.000 sekali antar, namun kini digratiskan untuk semua pamedek selama karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) berlangsung.
Baca Juga: Penjaringan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati, PDIP Klungkung Tunggu Instruksi DPP
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Multiartha.
"Mulai hari ini, seluruh pamedek yang ingin naik shuttle bus kita gratiskan, namun kami tetap utamakan lansia, ibu hamil dan anak-anak," ungkapnya.
Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada pamedek selama IBTK. Setelah IBTK selesai, tarif shuttle bus akan kembali diberlakukan.
Meskipun gratis, antrean untuk naik shuttle bus cukup panjang. Beberapa pamedek memilih untuk berjalan kaki atau mencari ojek.
Dengan antusias pamedek untuk melakukan persembahyangan itu, mereka yang akan menggunakan fasilitas itu harus antre.
Namun, ada beberapa yang memilih berjalan kaki atau mencari ojek.
Sebelumnya, bagi para pengunjung yang ingin mencapai Pura Agung Besakih dengan cepat dan nyaman, tersedia layanan shuttle yang disediakan oleh Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih.
Namun, layanan ini tidak gratis bagi semua pengunjung. Pamedek yang berusia di bawah 65 tahun perlu membayar biaya Rp 20.000 per orang untuk sekali perjalanan dari Manik Mas menuju Margi Agung.
Sementara itu, lansia, anak-anak kecil, penyandang disabilitas, dan sulinggih beserta satu orang iringan mendapatkan layanan ini secara gratis.
Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih menyediakan lima unit shuttle yang beroperasi selama prosesi berlangsung.
Kebijakan dengan tarif tersebut sempat mendapat sorotan dari masyarakat dan netizen.