SINGARAJA, BALI EXPRESS – Tradisi sholat Idul Fitri di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali tergolong unik.
Sebab, pelaksanaannya berbeda dari jadwal pada umumnya.
Biasanya, sholat Idul Fitri dilaksanakan sedari pukul 07.00 Wita, namun khusus untuk umat Muslim di Desa Pegayaman, jadwalnya diundur menjadi pukul 10.00 Wita.
Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan yang matang.
Salah satu alasan utamanya adalah jarak tempuh yang jauh bagi sebagian besar warga desa untuk sampai ke masjid.
Mayoritas umat Muslim Desa Pegayaman tinggal di rumah-rumah yang terpencar, sehingga memerlukan waktu ekstra untuk berkumpul di tempat ibadah.
Tokoh Islam Desa Pegayaman, Ketut Muhammad Suharto, Rabu (10/4) pagi, mengatakan, dengan memundurkan jadwal sholat Idul Fitri menjadi pukul 10.00 Wita, diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi seluruh warga Pegayaman untuk berkumpul dan melaksanakan sholat bersama di masjid desa.
Hal ini juga dianggap sebagai langkah untuk mempererat tali silaturahmi antar warga serta meningkatkan kebersamaan dalam merayakan hari kemenangan umat Islam ini.
“Keputusan ini kami ambil setelah mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan warga desa. Kami ingin memastikan bahwa semua warga Pegayaman memiliki kesempatan yang sama untuk melaksanakan sholat Idul Fitri secara berjamaah di masjid,” ujarnya.
Meskipun jadwal sholat Idul Fitri ditetapkan menjadi pukul 10.00 Wita, namun semangat dan kekhusyukan warga Desa Pegayaman merayakan Idul Fitri tidak berkurang.
Mereka tetap menjalankan tradisi dengan penuh kegembiraan dan haru, sambil berdoa agar diberikan kebahagiaan dan keselamatan pada masa yang akan datang.
Dengan demikian, perubahan jadwal sholat Idul Fitri menjadi momen yang memperkokoh persatuan dan kesatuan warga Desa Pegayaman, serta menjadi cermin kearifan lokal dalam menjaga kebersamaan dan solidaritas di tengah perubahan zaman.
“Ini sudah sejak lama kami lakukan. Karena kami punya masjid hanya satu di desa. Jadi seluruh warga Pegayaman yang ingin sholat Ied ke masjid agar tidak ketinggalan,” imbuhnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna