BALI EXPRESS- Sebuah video menjadi viral dan menuai beragam kritikian warganet di media sosial.
Video yang diunggah oleh akun Tiktok @Nakagung itu memperlihatkan sekelompok pemuda Hindu yang berada dalam sebuah pura.
Baca Juga: Bebas dari Lapas Kerobokan, Pria Bandung Tertangkap Jadi Kurir Sabu di Bali
Dalam video berdurasi singkat memperlihatkan sekelompok pemuda itu masing-masing memegang kwangen (sarana persembahyangan).
Namun yang menjadi sorotan adalah kwangen yang seharusnya diisi dengan uang kepeng, justru diganti dengan uang kertas pecahan Rp 100 ribuan.
Bahkan terlihat sejumlah pemuda itu mengganti uang kepeng dalam kwangen dengan kartu ATM berbagai Bank.
Sontak saja video tersebut banyak menuai beragam komentar warganet setelah viral.
Baca Juga: Pelaku Pencurian di Mamoo Cafe Gianyar Terungkap, Manik Buang Barang Bukti ke Jurang
Salah satunya dibagikan oleh akun @Info Bali Netizen di Facebook.
Dalam postingan ulang itu, warganet menilai tak seharusnya sarana persembahyangan digunakan sebagai konten di media sosial.
Bahkan Sebagian lainnya menilai bahwa saat ini banyak orang yang sudah kebablasan menggunakan media sosial.
“Sarana persembahyangan jangan dipakai untuk sebuah konten sosmed, ingat karmapala,” komentar warganet dikutip pada Kamis (25/04).
“Terlalu kebablasan menggunakan sosial media, segala hal dijadikan konten, buatlah konten yang masuk akal tanpa melecehkan kepercayaan kita sendiri, mogi sami rahayu,” tulis warganet.
“Aruh liu nak belog ajum jani mare ade sosial media, yang tidak patut dipermainkan dijadikan konten, miris,” imbuh warganet lain.
Kwangen bagi umat Hindu di Bali adalah salah satu sarana persembahyangan.
Kwangen sendiri memiliki beberapa unsur, seperti daun pisang, bunga warna warni, janur hingga uang kepeng.
Secara Hindu, dalam pemujaan atau persembahyangan kwangen digunakan pada sembah ketiga, sembah yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang distanakan di tempat sembahyang tersebut.
Editor : Wiwin Meliana