Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Kecelakaan Maut di Bali: Pelajar SMP di Kintamani Meninggal Usai Tabrak Sapi Duwe dengan Honda Beat

I Made Mertawan • Kamis, 2 Mei 2024 | 03:31 WIB
Polisi mendatangi TKP kecelakaan yang mengakibatkan pelajar SMP meninggal dunia di Jalan Raya Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa, 1 Mei 2024.
Polisi mendatangi TKP kecelakaan yang mengakibatkan pelajar SMP meninggal dunia di Jalan Raya Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa, 1 Mei 2024.

BANGLI, BALI EXPRESS - Seorang pelajar SMP di Bangli, I Putu N, 13 tahun, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seekor sapi di Kintamani, Bangli, Bali, pada Selasa (30/4) malam.

Kejadian ini terjadi di Jalan Raya Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, tepatnya di wilayah Banjar Mabi, Desa Belantih. Korban juga berasal dari desa tersebut.

Kronologi Kejadian

Menurut Kapolsek Kintamani Kompol I Nengah Sukerna, saat kejadian, Putu yang mengendarai sepeda motor Honda Beat DK 4704 KAJ melaju dari arah barat menuju ke timur.

Baca Juga: Bukan di Kintamani, Kabinku Bali Tawarkan Glamping Instagramable dengan Pemandangan Danau Beratan yang Menakjubkan: Cocok untuk Family

Tiba-tiba, seekor sapi jantan yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan Duwe atau Wadak, menyeberang jalan dari arah utara.

Karena jarak yang terlalu dekat, Putu tidak sempat menghindar dan menabrak sapi tersebut.

Akibatnya, Putu terpental dari motornya dan mengalami luka-luka parah hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Korban meninggal di tempat kejadian akibat luka-lukanya," ungkap Sukerna.

Hasil Olah TKP dan Bukti-Bukti

Hasil olah TKP dan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, tidak ditemukan kendaraan lain yang melintas pada saat kecelakaan tersebut.

Saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian juga tidak melihat adanya kendaraan lain setelah terdengar suara benturan keras.

Baca Juga: WAJIB DICOBA! Glamping Instagramable di Kintamani Bali dengan Pemandangan Danau Batur yang Menakjubkan: Fasilitasnya Bisa Bikin Betah

Bukti lain yang memperkuat bahwa Putu menabrak Wadak adalah ditemukannya jejak kaki sapi yang besar menuju ke arah kebun warga, serta kotoran dan bulu sapi yang menempel pada motor korban.

Sapi Duwe dan Tradisi Ngaturang Pangeleb

Di Desa Adat Selulung, memang banyak sapi yang berkeliaran bebas.

Sapi-sapi ini disebut Duwe atau Wadak dan memiliki nilai adat dan budaya yang tinggi karena berkaitan dengan tradisi Ngaturang Pangeleb di Desa Adat Selulung.

Sebelum dilepasliarkan, Duwe telah melewati serangkaian upacara.

Upaya Pencegahan Kecelakaan Serupa

Kepala SMP N 2 Kintamani I Nyoman Nadi membenarkan bahwa korban kecelakaan adalah siswanya.

Ia menyatakan akan memperkuat pembinaan kepada siswa terkait tata cara berkendara yang aman, terutama saat melintasi jalan yang sering dilalui hewan ternak.

Baca Juga: Terus Dikejar, Polisi Kehilangan Jejak Minibus Penabrak Korban Laka Meninggal Dunia di Baturiti

Pembinaan ini akan melibatkan pihak kepolisian dan orang tua.

"Sekolah akan meningkatkan pembinaan terhadap siswa terkait keselamatan berkendara, dengan melibatkan pihak kepolisian dan orang tua," kata Nadi. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #kecelakaan #Kintamani #sapi #kronologi