Kisah Menarik di Balik Penangkapan Bendesa Adat Berawa Ketut Riana Terkait Dugaan Pemerasan Rp 10 M di Bali
I Putu Mardika• Jumat, 3 Mei 2024 | 20:41 WIB
Warganet menyoroti cara penangkapan bendesa Adat Berawa
MANGUPURA, BALI EXPRESS - Sosok pria berjaket ojol yang ikut mengamankan Bendesa Adat Berawa, Ketut Riana, saat OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh Kejati Bali menarik perhatian publik.
Pria tersebut ternyata adalah Anak Agung Ngurah Jayalantara, Kasi B Intelijen Kejati Bali.
Jayalantara sebelumnya bertugas sebagai Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng selama 3 tahun 2 bulan dan berhasil mengungkap berbagai kasus, termasuk Kasus PEN Dispar Buleleng dan korupsi LPD Anturan.
Sejak Oktober 2022, ia ditugaskan di Kejati Bali sebagai Kasi B Intelijen.
Pada hari OTT, tim observasi sudah memantau target sejak pagi di lokasi selama 3 jam.
Sebanyak 20 personel gabungan intel, Pidsus, dan Pidana Militer dikerahkan untuk operasi ini.
Kronologi OTT Bendesa Adat Berawa
Bendesa Adat Berawa, Ketut Riana, ditangkap di sebuah kafe di Denpasar pada Kamis (2/5) bersama pengusaha berinisial AN.
Saat OTT, Riana kembali meminta uang sebesar Rp 100 juta dari AN yang telah ditunaikan. Uang ini menjadi barang bukti.
Riana diduga melakukan pemerasan terhadap AN dalam proses transaksi jual beli tanah di Desa Adat Berawa. Ia meminta uang total Rp 10 miliar kepada AN untuk melancarkan transaksi dengan pemilik tanah.