MANGUPURA, BALI EXPRESS - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Badung mengalami peningkatan sejak awal 2024.
Bahkan penyakit yang menular dari gigitan nyamuk ini sampai menyentuh 859 orang hingga akhir April 2024.
Tingginya kasus di Gumi Keris ini pun tak ditampik oleh Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Made Padma Puspita, Minggu (5/5).
Menurut Padma Puspita, kasus DBD ini memang ada peningkatan di awal tahun. Namun ia mengaku akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) terkait adanya tingginya kasus tersebut.
“Apakah itu DB atau viral infection (penyakit lain yang disebabkan oleh virus) makanya kami ada PE. Itu nanti akan mencatat data yang sebenarnya,” ujarnya.
Setelah dilakukan PE, pihaknya menerangkan, akan dilakukan langkah tindak lanjutnya. Seperti dilakukan pencegahan penularan melalui fogging dan lainnya. “Kami juga memiliki Tim Jumantik di setiap desa. Mereka melakukan upaya preventif,” ungkapnya.
Terkait tingginya kasus DBD, Padma Puspita mengaku, dapat juga dipengaruhi dengan viral infection. Sebab menurutnya, ada beberapa penyakit yang memiliki gejala mirip dengan DBD. Sehingga PE dilakukan untuk membedakan data DBD dan penyakit lainnya.
“Sekarang ada ini yang demam selama tiga hari, setelah itu batuknya lama. Kalau misalkan ke dokter, mungkin penyakitnya DB,” ucapnya.
Meski demikian, mantan Wakil Direktur RSD Mangusada ini tidak menampil jika angka kasus DBD meningkat. Namun pihaknya mengaku berupaya melakukan pencegahan. Baik sesuai arahan Kementerian Kesehatan maupun dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali.
“Tentunya itu semua kami ikuti, kami di Kabupaten Badung selalu melakukan pencegahan. Apalagi kami memiliki Jumantik sampai di tingkat desa,” jelasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana