Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pesan Bijak Pasek Suardika Soal Mahalini Mualaf karena Dinikahi Rezky Febian; Itu Hak Masing-masing

Wiwin Meliana • Selasa, 7 Mei 2024 | 19:33 WIB

Gede Pasek Suardika ikut berkomentar terkait prosesi perkawinan Mahalini dan Rizky Febian
Gede Pasek Suardika ikut berkomentar terkait prosesi perkawinan Mahalini dan Rizky Febian

BALI EXPRESS- Prosesi pernikahan Mahalini dan Rizky Febian masih terus menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.

Pernikahan keduanya menimbulkan perdebatan soal keyakinan baik dari yang seumat dengan Mahalini maupun yang seumat dengan Rizky Fabian.

Baca Juga: Rejeng Garden Camp: Glamping dengan Pemandangan Sunrise dan Sunset Menakjubkan, Bisa Naik Skuter Nikmati Pesona Gunung Batur

Gede Pasek Suardika (GPS) seorang politisi sekaligus advokat asal Bali turut memberikan komentarnya terkait kisah cinta dua sejoli ini.

Meski mengaku tidak terlalu tertarik, namun Pasek Suardika ikut berkomentar lantaran banyak mendapat pertanyaan dari warganet.

Melalui akun media sosial Facebook pribadinya, Pasek Suardika menyebut semua orang berhak mencari jalan kebahagiaan masing masing dan diyakini itu adalah pilihannya yang tepat.

Baca Juga: Kepala OPD, Pegawai hingga Staf di Lingkungan Pemkab Klungkung Diwanti-wanti Agar Tak Korupsi

“Serta tidak pantas pihak lain harus mengkontestasikan agama mana yang menang dalam tarik menarik tersebut,” ungkapnya dikutip pada Selasa (07/05).

Dalam Islam ada istilah Mualaf bagi yang masuk mengikuti agama Islam dan dalam Hindu ada istilah Dharmika bagi yang kembali ke ajaran Sanatana Dharma yaitu Hindu.

“Itu adalah label ketika terjadi hijrah keyakinan secara formal tetapi tetap saja itu hak pribadi masing masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pasek Suardika menyebut bahwa dalam Hindu tidak ada doktrin harus berlabelkan formal agama Hindu untuk meyakini dan menjalani Tata Etika dan Ritual Hindu.

“Sehingga jangan kaget jika Yoga bisa didalami oleh siapapun tanpa pindah agama, melukat menjadi tradisi healing kelas satu bagi wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujar GPS.

Baca Juga: Kisah Pilu di Balik Kebakaran di Sesetan: Sebelum Meregang Nyawa Korban Sempat Video Call Keluarga di Kampung

“Belum lagi mebayuh oton, meaben dan upacara upacara lainnya tanpa harus pindah agama. Karena yang disentuh adalah jiwanya bukan KTP nya. Mau percaya Karmaphala, Reinkarnasi tidak mesti ber KTP Hindu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pasek Suardika juga menyinggung soal prosesi mepamit yang dilakukan Mahalini sebelum akhirnya akan mualaf.

Menurut Pasek Suardika, upacara mepamit bukan bentuk putusnya hubungan keyakinan dengan leluhurnya.

Sebab tidak ada kekuatan apapun termasuk puja Sulinggih manapun yang mampu memutus hubungan seseorang dengan leluhurnya.

“Tentu hanya manusia yang rusak struktur kejiwaannya dengan sengaja akan memutuskan hubungan dengan leluhurnya. Contoh seperti Kasus Ibu Desak Darmawati yang berpindah agama lalu mencela dan menjelek-jelekan karya dan relegi leluhurnya sendiri,” ungkapnya.

Pasek Suardika juga menyebut jika melupakan leluhur, maka percaya atau tidak pasti kehancuran akan terjadi.

Baca Juga: Libatkan Cok Gita, Lolot Band Rilis Video Klip Luh Rai Putri Bali yang Viral Kembali, Simak Liriknya

Sebab akarnya sudah tercabut maka setinggi dan sebesar apapun pohon kehidupan yang telah direngkuh akan roboh oleh hembusan angin.

“Hanya satu pesan, setelah memilih meninggalkan yang lama tidak perlu menjelekkan agama asalnya. Tidak ada untungnya juga,” pesan GPS.

 

 

Editor : Wiwin Meliana
#mahalini #pasek suardika #hindu #beda agama #islam #Rizky Febian