DENPASAR, BALI EXPRESS- Kebakaran hebat di Jalan Taman Sari 2C Blok I, Banjar Pembungan, Sesetan, Kota Denpasar, Bali menewaskan satu keluarga.
Peristiwa kebakaran tempat kos tersebut terjadi pada Senin, 6 Mei 2024 malam.
Satu keluarga yang menjadi korban kebakaran adalah Ari Sanjaya bersama istrinya Nopik Mertasari dan anaknya yang masih balita bernama Putu Gede Agus.
Wayan Ardiasa, kakak ipar korban ditemui di TKP mengatakan bahwa korban tinggal di kos tersebut sekitar setahun.
Sebelum tempat tinggalnya kebakaran, salah korban yakni Nopik sempat membuat story di akun WhatsApp (WA).
Korban memperlihatkan keceriannya bercanda bersama anak dan suaminya. Korban juga sempat menelepon video (Video Call) kerabat yang berada di kampungnya di Buleleng.
Tak disangka belum lama setelah itu malah ada kabar duka. Tempat kosnya mengalami kebakaran hebat.
"Nah mungkin kejadian ini setelah mereka menelepon ke kampung," beber Ardiasa, Selasa, 7 Mei 2024.
Ardiasa mendapat kabar kejadian itu dari sanak saudaranya sekitar pukul 03.00 Wita setelah melihat postingan di Facebook.
Waktu itu, Ardiasa belum berani memastikan bahwa korban kebakaran itu adalah adik iparnya.
Ia hanya dapat kabar bahwa ada korban jiwa yang berasal dari Buleleng dan Kintamani.
Ari Sanjaya berasal dari Buleleng dan menikah dengan Nopik, warga Kintamani, Bangli.
"Saya sudah ke rumah sakit pukul 03.00, cek mayat, saya lihat mayat ipar cewek sudah hangus, anaknya kan sudah dibungkus kafan saya suruh buka, biar tahu itu keponakan saya, itu masih utuh mayatnya, kalau yang laki belum tahu," tandasnya.
Saat ini, pihak keluarga ini mengurus pemulangan jenazah dari rumah sakit ke kampungnya di Desa Bontihing, Kecamatan Kubutabahan, Buleleng. (*)
Editor : I Made Mertawan