Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MEMILUKAN! Tetangga Korban Kebakaran di Sesetan Ungkap Kepribadian Korban, Begini Katanya

I Gede Paramasutha • Rabu, 8 Mei 2024 | 20:50 WIB
TETANGGA: Salah seorang tetangga kos korban kebakaran di Sesetan bernama Mawardi mengungkap kepribadian korban.
TETANGGA: Salah seorang tetangga kos korban kebakaran di Sesetan bernama Mawardi mengungkap kepribadian korban.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kebakaran kontrakan dan kos-kosan di Jalan Taman Sari 2C Blok I, Banjar Pembungan, Sesetan, Denpasar Selatan, pada Senin (6/5) malam, masih membekas di benak warga sekitar, khususnya para tetangga korban.

Apalagi insiden itu sampai merenggut nyawa satu keluarga yang terdiri dari ayah bernama Made Ari Sanjaya, ibu Komang Novi Mertasari, dan balita Putu Gede.

Meskipun belum terlalu lama tinggal di tempat kejadian perkara (TKP), keluarga yang jadi korban tersebut dikenal memiliki sifat yang baik oleh para tetangga.

Sepengetahuan wanita pemilik warung yang dekat dengan lokasi kejadian bernama Esa, 40, para korban baru empat bulan mengontrak di sana.

Keluarga yang berasal dari Desa Bontihing, Buleleng itu, menurutnya, memiliki kepribadian baik dan juga ramah.

"Keseharian korban itu yang saya tahu, istrinya jualan online, suaminya kerja di Benoa, mereka tinggal kos bertiga di sini sama anak, orangnya baik ramah, kami bertetangga ya biasa saling sapa," tuturnya, Rabu (8/5).

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda kos-kosan di Jalan Taman Sari 2C Blok I, Banjar Pembungan, Sesetan, Denpasar Selatan, pada Senin (6/5) sekitar pukul 23.00 WITA.

Insiden itu memakan tiga korban jiwa yang diduga merupakan satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu dan anak.

Menurut Informasi yang dihimpun di lapangan, korban diketahui ayah bernama Ari Sanjaya, ibu Nopik Mertasari dan anak yang masih balita bernama Putu Gede Agus.

Berdasar keterangan saksi berinisial IK, 24, kepada polisi, awal kejadian ini diketahui ketika ia baru datang dari menjemput temannya M, 25, yang pulang kerja sekitar pukul 22.40. Saat sampai di TKP, mereka melihat ada korban api yang menyala besar.

"Saksi mendengar suara meminta tolong dari dalam rumah, juga terdengar teriakan ibu-ibu dan anak kecil sedang menangis," beber sumber, Selasa (7/5).

Sehingga, mereka langsung meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Setahu IK, tidak melihat ada korban yang di dalam kontrakan yang keluar.

Musibah itu pun dilaporkan warga kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar. Tak berselang lama, tiga unit mobil Damkar tiba si lokasi. Amukan si jago merah daoat dijinakkan sekitar pukul 00.30 WITA.

"Setelah api padam, warga baru mengetahui bahwa ada tiga korban jiwa di dalam kos-kosan," tambah sumber. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#korban #sesetan #kepribadian #tetangga #kebakaran