Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Alasan Kekecewaan Ibunda Taruna STIP yang Tewas Dianiaya Senior Terhadap Keluarga Pelaku

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 9 Mei 2024 | 17:53 WIB
KECEWA : Ibunda almarhum Putu Satria Ananta Rustika, Ni Nengah Rusmini didampingi adik-adik almarhum di rumah duka, Kamis (9/5/2024).
KECEWA : Ibunda almarhum Putu Satria Ananta Rustika, Ni Nengah Rusmini didampingi adik-adik almarhum di rumah duka, Kamis (9/5/2024).

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Disela-sela kunjungan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi ke kediaman orang tua taruna STIP Marunda, Putu Satria Ananta Rustika, 19, yang tewas setelah dianiaya seniornya, terungkap jika hingga saat ini keluarga pelaku belum ada yang menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga almarhum taruna yang akrab disapa Rio tersebut.


Hal itu pun membuat pihak keluarga kecewa. Hal itu diungkapkan oleh Ni Nengah Rusmini, ibunda dari almarhum Rio.


Usai menerima kedatangan Menhub Budi Karya Sumadi, wanita yang masih belum bisa menyembunyikan duka mendalamnya itu menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada pihak keluarga dari pelaku yang menghubungi pihaknya untuk menyampaikan permintaan maaf.

“Sampai sekarang wajah ibu, atau ayah, atau keluarga besarnya saya belum tahu sama sekali. Tidak ada permintaan maaf, tidak ada itikad baik sekali. Ya sangat kecewa,” ungkapnya berusaha tegar.


Padahal ia sangat ingin bertemu dengan pihak keluarga pelaku. Ia ingin bicara dari hati ke hati soal peristiwa memilukan yang menimpa putra yang begitu ia banggakan. “Paling tidak dia (orang tua pelaku) bisa memberi tahu anaknya, mengajarkan kasih saying. Itu (almarhum Rio) manusia lho bukan binatang. Hal apa yang diajarkan orang tuanya kok bisa anak saya diperlakukan seperti itu,” imbuhnya.


Kendatipun demikian, kabar terbaru dari kuasa hukum dan paman almarhum Rio soalnya bertambahnya tersangka sedikit membuatnya lega ditengah kesedihan yang masih ia rasakan. Dimana menurutnya, saat ini pihak kepolisian telah menetapkan tiga tersangka lainnya selain tersangka utama Tegar Rafi Sanjaya yang merupakan taruna tingkat II di sekolah yang ada dibawah naungan Kementerian Perhubungan tersebut.


“Update terakhir tersangka bertambah 3 orang selain pelaku utama. Saat saya lihat jenazah anak saya saya berfikir tidak mungkin dilakukan satu orang. Dan itu terbukti,” lanjut wanita yang merupakan seorang Perawat di RSUD Klungkung tersebut.

Meskipun berat, Rusmini mengaku akan mencoba kuat untuk memperjuangkan keadilan kepada almarhum Rio. Termasuk untuk menyiapkan upacara Pengabenan untuk almarhum Rio yang akan digelar di Setra Gunaksa. “Untuk kasus Rio saya juga mohon dukungan media untuk terus mengawal sehingga keluarga kami mendapatkan keadilan, agar kematian anak saya tidak sia-sia,” tandasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#bali #pelaku #menhub #Putu Satria Ananta Rustika #permintaan maaf #itikad baik #taruna #stip