BALI EXPRESS- Unggahan sebuah akun Tiktok @bang_gokil89 menuai perdebat warganet Bali di media sosial.
Ini usia akun tersebut menanggapi sebuah komentar yang menyebut bahwa banyak driver ojek online (ojol) yang menggunakan kendaraan plat luar untuk onbid di Bali.
Baca Juga: VIRAL! Muncul Nama New Moscow di Peta Wilayah Canggu, Warganet: Bali Dijajah Rusia
“Yang dipermasalahkan itu plat luat (bayar pajak di daerah mereka tapi kerja di Bali) kalo masalah KTP mau di daerah manapun pasti bakal keterima,” tulis komentar yang ditanggapi oleh akun tersebut.
Menurut si pembuat video yang merupakan seorang laki-laki dengan jaket ojolnya, statement tersebut adalah cara driver Bali mengusir secara halus driver luar Bali yang onbid di Bali.
Baca Juga: Berusia Ratusan Tahun, Pura Beji Suranadi, Salah Satu Rekomendasi Tempat Melukat di Bali
“Tidak ada yang salah dengan statement tersebut, dan memang benar banyak kendaraan bermotor itu masuk ke pajak daerah untuk memperbaiki dan membuat infrastruktur jalan, tapi percayalah ini bukan tentang pajak tapi tentang persaingan,” ujar si pembuat video dikutip melalui akun @bang_gokil89, Senin (13/05).
Lebih lanjut, si pembuat video menyebut bahwa komentar warganet yang ditanggapi merujuk pada sebuah persaingan antara driver Bali dan driver luar Bali.
“Secara logika mengapa seorang driver ojol memikirkan pajak sedangkan memikirkan pengeluaran sehari-hari saja sudah pusing. Salam satu aspal,” ujar pria tersebut.
Baca Juga: Pura Luhur Lempuyang di Karangasem: Diyakini Umat Hindu Bali sebagai Stana Dewa Iswara
Sontak saja, pernyataan pria tersebut mengundang tanggapan pro dan kontra dari warganet di media sosial.
Sebagian warganet menyebut bahwa Bali sudah terlalu macet dengan ditambah dengan kendaraan-kendaraan plat luar.
“Ini memang bukan tentang pajak, melainkan tentang meningkat pesatnya criminal yang datang ke Bali,” komentar akun @TUYA24.
“Kenapa tidak ngojol di daerah masing-masing?” tanya akun @dedirut75.
“Saya bukan driver, jalanan Bali terlalu kecil untuk menampung semua kendaraan yang masuk ke Bali, logika saja,” tulis akun @omizu.
Namun ada juga warganet yang setuju bahwa alasan tersebut digunakan karena driver lokal tak ingin tersaingi.
“Sangat setuju, ini karena tidak mau tersaingi,” komentar akun @OTAKMUDIMANA.
Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah mendapat 63 suka, 135 komentar dan 8,6 ribu penayangan.
Editor : Wiwin Meliana